In This Economy, Ini Faktor “Aman” secara Finansial menurut Perencana Keuangan

Ada indikator sederhana yang luput dari perhatian.

Di tengah biaya hidup yang terus meningkat dan berbagai tuntutan finansial yang datang silih berganti, banyak orang bertanya-tanya apakah kondisi keuangan mereka sudah bisa dikatakan aman. Menariknya, ukuran aman secara finansial ternyata tidak selalu ditentukan oleh besarnya gaji atau jumlah aset yang dimiliki.

Dalam sebuah podcast bersama psikolog Analisa Widyaningrum, perencana keuangan Prita Ghozie menjelaskan bahwa ada indikator sederhana yang sering kali luput dari perhatian banyak orang, yaitu kemampuan mengelola utang konsumtif dan menjaga dana darurat.

Menurut Prita, di tengah kondisi ekonomi yang menantang saat ini, seseorang patut mengapresiasi dirinya jika berhasil hidup tanpa bergantung pada pinjaman online maupun layanan paylater.

“No pinjol, no paylater. Misalnya susah banget nabung rutin tiap bulan, aku paham banget. Jadi tidak punya pinjol atau paylater, kamu itu hebat banget,” ujar Prita.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa kesehatan finansial tidak selalu tentang seberapa banyak uang yang berhasil disimpan setiap bulan. Dalam situasi ekonomi yang penuh tekanan, mampu memenuhi kebutuhan tanpa terjebak utang konsumtif justru menjadi pencapaian yang layak diapresiasi.

Baca juga  Tanaman Pengusir Nyamuk untuk Jauhkan Hama dari Taman Anda

Dana Darurat yang Terisi Kembali Juga Sebuah Prestasi

Selain terbebas dari pinjaman konsumtif, Prita menilai kemampuan membangun kembali dana darurat setelah digunakan juga merupakan tanda kondisi keuangan yang relatif sehat.

Tidak sedikit orang yang harus menggunakan dana darurat untuk kebutuhan mendesak. Namun, yang membedakan adalah kemampuan untuk mengisi kembali dana tersebut secara bertahap setelah kondisi membaik.

Menurutnya, hal itu menunjukkan adanya kesadaran finansial dan kemampuan mengelola keuangan yang baik, meskipun jumlah tabungan belum besar.

Fase Growing Menuju Fase Stable

Prita juga menjelaskan bahwa banyak orang saat ini berada dalam fase growing, yaitu masa ketika kondisi finansial masih berkembang dan belum sepenuhnya stabil. Pada fase ini, seseorang mungkin masih berjuang menata pengeluaran, membangun tabungan, atau mencapai target keuangan tertentu.

Baca juga  Asal-Usul Bakmi dan Perkembangannya Hingga Jadi Makanan Favorit Masyarakat Indonesia

Namun, fase tersebut merupakan bagian dari perjalanan yang wajar. Seiring waktu dan konsistensi dalam mengelola keuangan, seseorang berpotensi naik ke fase berikutnya, yaitu stable atau lebih stabil secara finansial.

Artinya, rasa aman finansial tidak selalu identik dengan kekayaan. Dalam perspektif psikologi keuangan, mampu memenuhi kebutuhan hidup, terhindar dari utang konsumtif, memiliki dana darurat, serta terus bergerak menuju kondisi yang lebih baik sudah menjadi indikator positif.

Jadi, jika saat ini Anda belum bisa menabung dalam jumlah besar tetapi berhasil hidup tanpa pinjol, tidak bergantung pada paylater, dan terus berusaha membangun kembali dana darurat, mungkin Anda sudah lebih “aman” secara finansial daripada yang selama ini Anda kira.

Translate »