Heart Troops Hadirkan Campaign 1 in 100 untuk Anak dengan Penyakit Jantung Bawaan

Mengubah pengalaman menghadapi kelainan jantung bawaan menjadi misi berbagi harapan

Jantung Bawaan (PJB) masih menjadi isu kesehatan anak yang membutuhkan perhatian lebih luas. Di Indonesia, sekitar 1 dari 100 bayi lahir dengan PJB. Berdasarkan data dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), jumlahnya mencapai kurang lebih 50.000 bayi setiap tahun. Sayangnya, angka tersebut belum diimbangi dengan ketersediaan tenaga medis yang memadai. Dokter spesialis jantung anak di Indonesia diperkirakan hanya sekitar 100 orang, sementara antrean tindakan medis bisa mencapai ribuan pasien.

Di balik data tersebut, ada cerita yang sangat personal bagi Heart Troops

Brand ini bukan sekadar label fashion. Ia lahir dari pengalaman nyata sang founder, Shinta Anggraini, yang pernah berada di posisi seorang ibu dengan anak PJB. Buah hatinya terlahir dengan kelainan jantung bawaan sebuah fase yang mengubah hidupnya secara drastis. Sebagai ibu baru, ia tidak hanya harus memahami istilah-istilah medis dan prosedur pengobatan yang kompleks, tetapi juga menghadapi rendahnya awareness tentang PJB, bahkan di sekelilingnya.

Image: Heart Troops

Tantangan yang dihadapi bukan hanya persoalan medis. Secara sosial, stigma dan komentar yang kurang empatik kerap muncul. Tidak sedikit ibu dengan anak PJB justru mendapat penghakiman, seolah kondisi tersebut adalah kesalahan pribadi. Padahal, PJB adalah kondisi medis yang bisa terjadi pada siapa saja. Situasi ini kerap membuat para ibu pejuang jantung merasa tertekan secara mental, bahkan enggan bersosialisasi, yang pada akhirnya bisa memengaruhi proses pengobatan anak.

Baca juga  4 Tips Diet Selama Bulan Puasa, Tampil Langsing saat Lebaran!

Kesadaran inilah yang mendorong Heart Troops untuk bergerak lebih jauh. Melalui campaign Heart to Heart: 1 in 100, Heart Troops berkolaborasi dengan Little Heart Foundation Indonesia untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang PJB. Kampanye ini mengajak publik menyadari bahwa 1 dari 100 bukan angka kecil dan bahwa banyak keluarga membutuhkan dukungan, baik secara moril maupun materi.

Image: Heart Troops

Little Heart Foundation Indonesia sendiri selama ini berfokus membantu anak-anak dengan kelainan jantung mendapatkan akses pengobatan. Namun realitanya, PJB adalah kondisi yang berpacu dengan waktu. Banyak keluarga membutuhkan pertolongan cepat, sementara antrean panjang dan keterbatasan biaya sering menjadi hambatan besar. Tidak sedikit anak yang harus menunggu dalam ketidakpastian.

Dalam acara yang digelar pada Minggu (22/02/2026), Shinta Anggraini bersama Ray Danni selaku perwakilan Little Heart Foundation Indonesia serta dr. Jane Utami, MARS, seorang pejuang PJB, berbagi cerita dan pengalaman. dr. Jane yang telah hidup dengan PJB sejak kecil hingga kini menjelang usia 40 tahun menjadi bukti nyata bahwa dengan penanganan yang tepat dan semangat yang kuat, kehidupan tetap bisa dijalani secara produktif. Ia bahkan telah menjadi seorang ibu dan terus melanjutkan pendidikan di bidang manajemen.

Baca juga  Siap-Siap Bernostalgia Lewat Kolaborasi Vans dan Disney
Image: Heart Troops

Bagi Shinta, mendirikan Heart Troops bukan sekadar membangun brand. Ini adalah bentuk rasa syukur sekaligus balas budi. Di masa sulit ketika biaya pengobatan terasa begitu besar dan perjalanan terasa berat, ada banyak pihak yang pernah membantu dan menguatkan. Heart Troops hadir dengan harapan bisa menjadi perpanjangan tangan kebaikan tersebut agar lebih banyak anak dengan PJB mendapatkan kesempatan yang sama untuk sembuh dan bertumbuh.

image: Hearts Troops

Untuk itu dalam campaign Heart to Heart: 1 in 100, Heart Troops akan meluncurkan koleksi spesial di mana sebagian dari penjualan akan didonasikan untuk para bayi dan anak PJB di bawah naungan Little Heart Foundation Indonesia. Koleksi spesial ini terdiri dari sweater, shirt, scarves, dan aksesoris yang mulai dapat dibeli pada tanggal 28 Februari 2026 di www.hearttroops.com dan official shop Heart Troops di marketplace.

Translate »