Face Cupping kembali mencuri perhatian di dunia kecantikan. Mungkin Scarflovers sudah sering melihatnya berseliweran di media sosial mulai dari video perawatan di klinik hingga rutinitas self-care di rumah. Dirangkum oleh Scarf Media, Face Cupping bukanlah tren baru, melainkan teknik lama yang kini kembali populer dengan sentuhan modern.
Terinspirasi dari metode pengobatan tradisional Tiongkok, Face Cupping dilakukan menggunakan cangkir kecil berbahan silikon atau kaca yang ditempelkan secara lembut ke permukaan kulit wajah. Teknik ini bekerja dengan menciptakan hisapan ringan untuk merangsang aliran darah dan energi di area wajah, tanpa rasa sakit berlebih.
Di Indonesia, Face cupping juga dikenal sebagai bekam wajah. Meski namanya terdengar tradisional, praktik ini kini banyak diadaptasi dalam perawatan facial modern dengan teknik yang lebih aman dan nyaman untuk kulit wajah.

Manfaat Face Cupping untuk Kulit Wajah
Salah satu manfaat yang paling sering dirasakan setelah Face Cupping adalah wajah terlihat lebih segar dan bercahaya. Hisapan lembut pada kulit membantu meningkatkan sirkulasi darah, sehingga oksigen dan nutrisi dapat tersalurkan dengan lebih optimal ke sel-sel kulit.
Selain itu, Face Cupping juga dikenal mampu membantu mengurangi ketegangan otot wajah. Untuk Anda atau Scarflovers yang sering merasa wajah terasa tegang akibat stres atau aktivitas padat, perawatan ini bisa memberikan efek relaksasi yang menenangkan.
Face Cupping juga dipercaya membantu mengurangi tampilan bengkak atau puffiness, terutama di area pipi dan rahang. Dengan teknik yang tepat, perawatan ini mendukung sistem limfatik dalam membuang cairan berlebih, sehingga wajah tampak lebih terdefinisi.
Menariknya, beberapa praktisi kecantikan juga menyebut bahwa Face Cupping dapat membantupenyerapan skincare menjadi lebih maksimal, karena kulit berada dalam kondisi lebih terstimulasi setelah perawatan.

Apakah Face Cupping Aman Dilakukan?
Pertanyaan ini cukup sering muncul, dan jawabannya bergantung pada kondisi tubuh. Secara umum, Face Cupping aman dilakukan selama Anda dalam kondisi sehat, tidak sedang sakit, dan kulit wajah tidak mengalami iritasi, luka terbuka, atau peradangan aktif.
Berbeda dengan bekam tubuh, tekanan pada Face Cupping harus sangat ringan. Penggunaan facial oil atau serum juga penting agar cangkir dapat meluncur dengan lembut tanpa menarik kulit secara berlebihan.
Untuk Scarflovers yang baru pertama kali mencoba, melakukan Face Cupping bersama terapis berpengalaman atau mengikuti panduan yang tepat sangat disarankan. Jika memiliki kondisi kulit tertentu, konsultasi dengan profesional tetap menjadi langkah bijak.
Face cupping atau bekam wajah bukan sekadar tren viral, tetapi perawatan berbasis tradisi yang kembali diminati di era modern. Selama dilakukan dengan teknik yang tepat dan pada kondisi tubuh yang sehat, perawatan ini bisa menjadi pilihan untuk mendukung kesehatan dan relaksasi kulit wajah. Jadi, sebelum mencoba tren ini, pastikan Scarflovers memahami manfaat serta cara melakukannya dengan aman.









