Bukan Sekadar Flu, Ini Gejala Influenza A yang Perlu Dikenali

Kenali gejala Influenza A

Influenza A mungkin terdengar seperti flu biasa karena sama-sama menyerang sistem pernapasan. Namun, infeksi influenza dapat menimbulkan gejala yang cukup berat dan muncul secara tiba-tiba. Karena gejalanya juga bisa menyerupai infeksi saluran pernapasan lainnya, mengenali tanda-tandanya menjadi penting agar kondisi tidak diabaikan.

Influenza sendiri disebabkan oleh virus influenza. Terdapat beberapa tipe virus influenza, tetapi Influenza A dan B merupakan tipe yang paling banyak menyebabkan influenza musiman pada manusia. WHO mencatat bahwa gejala influenza umumnya muncul sekitar 1–4 hari setelah seseorang terinfeksi.

white ceramic mug on white table beside black eyeglasses
Image: Kelly Sikkema/Unsplash

Demam yang Muncul Secara Mendadak

Salah satu tanda yang umum ditemukan pada influenza adalah demam atau tubuh terasa demam disertai menggigil. Berbeda dengan sejumlah kondisi yang berkembang perlahan, gejala influenza cenderung muncul secara tiba-tiba.

Meski demikian, tidak semua orang yang mengalami influenza akan mengalami demam. CDC mencatat bahwa demam juga bisa tidak muncul, terutama pada kelompok tertentu seperti orang lanjut usia atau mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Batuk yang Bisa Bertahan Cukup Lama

Batuk, terutama batuk kering, termasuk gejala yang umum pada influenza. Pada sebagian orang, batuk dapat terasa cukup berat dan bertahan lebih lama dibandingkan gejala lainnya.

Baca juga  Gegara Naik Roller Coaster, Fitur Crash Detection iPhone 14 Lakukan Telepon Darurat

WHO menyebutkan bahwa sebagian besar gejala influenza membaik dalam waktu sekitar satu minggu, tetapi batuk dapat berlangsung selama dua minggu atau lebih.

green ceramic mug on wooden desk
Image: David Mao/Unsplash

Badan Pegal dan Lemas

Influenza tidak hanya memengaruhi saluran pernapasan. Infeksi ini juga dapat membuat tubuh terasa sangat lelah, disertai sakit kepala serta nyeri otot dan sendi.

Rasa lemas yang muncul bersama demam, batuk, atau sakit tenggorokan dapat menjadi salah satu ciri yang membedakan influenza dari keluhan pilek ringan. CDC menyebut nyeri tubuh dan kelelahan sebagai gejala yang umum ditemukan pada influenza.

Sakit Tenggorokan dan Hidung Tersumbat

Gejala lain yang dapat muncul adalah sakit tenggorokan, hidung berair, atau hidung tersumbat. Karena keluhan tersebut juga umum ditemukan pada common cold dan berbagai infeksi saluran pernapasan lainnya, gejala ini saja tidak cukup untuk memastikan seseorang mengalami Influenza A.

WHO juga menekankan bahwa membedakan influenza dengan infeksi virus pernapasan lainnya berdasarkan gejala saja tidak selalu mudah. Pemeriksaan laboratorium dapat diperlukan untuk memastikan penyebab infeksi.

Pada Anak, Gejalanya Bisa Disertai Gangguan Pencernaan

Influenza pada anak terkadang dapat disertai gejala seperti mual, muntah, atau diare. Keluhan tersebut lebih umum ditemukan pada anak dibandingkan orang dewasa.

Baca juga  Jangan Menggunakan Bedak Bayi Sembarangan Pada Anak

Karena itu, orang tua sebaiknya tidak hanya memperhatikan demam dan batuk ketika anak terlihat sakit. Perubahan kondisi secara keseluruhan, termasuk tingkat aktivitas dan kemampuan anak untuk minum, juga perlu diperhatikan.

Kapan Perlu Mendapatkan Pertolongan Medis?

Sebagian besar orang dengan influenza dapat pulih tanpa perawatan khusus. Namun, influenza juga dapat menyebabkan komplikasi seperti pneumonia, terutama pada kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi, termasuk anak kecil, lansia, ibu hamil, serta orang dengan kondisi medis tertentu.

Pada orang dewasa, kesulitan bernapas, sesak napas, nyeri atau tekanan yang menetap di dada, kebingungan, kejang, tidak buang air kecil, kelemahan berat, atau kondisi yang sempat membaik tetapi kemudian kembali memburuk merupakan tanda yang membutuhkan pertolongan medis segera.

Yang juga perlu diingat, tidak semua demam dan batuk berarti Influenza A. Gejalanya dapat menyerupai berbagai infeksi pernapasan lain sehingga diagnosis tidak sebaiknya dibuat hanya berdasarkan gejala. Jika keluhan terasa berat, memburuk, atau dialami oleh kelompok berisiko tinggi, pemeriksaan medis menjadi langkah yang lebih tepat.

Translate »