Cuaca ekstrem kembali melanda sejumlah wilayah di Timur Tengah. Setelah hujan lebat dan badai menerjang Makkah, Arab Saudi, badai debu dengan intensitas tinggi kini dilaporkan terjadi di Homs, Suriah.
Badai tersebut membawa debu dalam jumlah besar hingga membuat langit di wilayah Homs berubah menjadi kemerahan. Kondisi ini juga menyebabkan jarak pandang menurun drastis, bahkan nyaris mencapai nol di sejumlah lokasi.

Langit Homs Berubah Merah
Badai debu yang melanda Homs terjadi di tengah kondisi cuaca yang tidak stabil dan angin kencang. Debu yang terbawa angin menyelimuti udara dan menciptakan pemandangan langit berwarna merah yang cukup mencolok.
Fenomena tersebut turut mengganggu aktivitas masyarakat. Pengendara harus lebih berhati-hati karena jarak pandang yang terbatas, sementara pejalan kaki juga menghadapi kondisi udara yang dipenuhi debu.
Sejumlah momen ketika badai berlangsung kemudian direkam menggunakan kamera ponsel dan dibagikan di media sosial. Langit merah pekat yang menyelimuti kota menjadi salah satu pemandangan yang paling menarik perhatian.
Meski terlihat dramatis, badai debu dengan jarak pandang sangat rendah dapat membahayakan pengguna jalan. Debu yang terbawa angin juga berpotensi mengganggu kualitas udara, terutama bagi masyarakat yang memiliki sensitivitas terhadap partikel di udara.

Cuaca Ekstrem Sebelumnya Melanda Makkah
Sehari sebelumnya, kondisi cuaca ekstrem juga dilaporkan terjadi di Makkah dan wilayah sekitarnya, Arab Saudi. Hujan lebat disertai angin kencang membuat aktivitas masyarakat dan pengunjung di sejumlah lokasi ikut terdampak.
Salah satu momen yang menarik perhatian adalah ketika kilatan petir terlihat menyambar area Royal Clock Tower di Makkah. Peristiwa tersebut berhasil direkam oleh masyarakat dan menjadi sorotan.
Tidak hanya Makkah, kondisi serupa juga terjadi di Madinah. Pada 27 Agustus, badai pasir menyebabkan jarak pandang di sejumlah wilayah menurun secara signifikan. Pengunjung pun dilaporkan harus mencari perlindungan di area tertutup untuk menghindari kondisi cuaca yang memburuk.
Rangkaian fenomena cuaca tersebut menjadi pengingat bahwa kondisi atmosfer di kawasan Timur Tengah dapat berubah dengan cepat. Masyarakat dan wisatawan yang berada di wilayah terdampak perlu mengikuti informasi cuaca serta mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika terjadi badai debu, angin kencang, atau jarak pandang yang sangat terbatas.








