Nama Pengiran Raabi’atul Adawiyyah kembali menjadi perhatian publik. Terlepas dari berbagai pemberitaan yang beredar mengenai dirinya, sosok perempuan yang dikenal sebagai istri Pangeran Abdul Malik, putra Sultan Hassanal Bolkiah, ini memiliki perjalanan hidup yang menarik untuk disimak.
Raabi’atul Adawiyyah lahir pada 27 Oktober 1992 dan merupakan putri dari Pengiran Haji Bolkiah dan Pengiran Hajah Noor’aismah. Ia merupakan anak kedua dari 10 bersaudara. Profil mengenai dirinya juga pernah dimuat dalam Pelita Brunei menjelang pernikahannya dengan Pangeran Abdul Malik pada 2015.
Menikah dengan Pangeran Abdul Malik

Raabi’atul Adawiyyah menikah dengan Pangeran Abdul Malik, putra kedua Sultan Hassanal Bolkiah, pada April 2015. Pernikahannya disebut Royal Wedding dengan rangkaian acara yang digelar selama 11 hari. Setelah pernikahan tersebut, ia menjadi bagian dari keluarga kerajaan Brunei.

Kehidupan rumah tangganya juga dikaruniai beberapa anak. Dalam pemberitaan resmi Brunei, Raabi’atul dan Pangeran Abdul Malik tercatat hadir dalam berbagai kegiatan kerajaan, termasuk acara keagamaan dan kegiatan yang berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat.
Punya Latar Pendidikan dan Aktivitas yang Beragam

Sebelum dikenal sebagai bagian dari keluarga kerajaan, Raabi’atul Adawiyyah memiliki latar pendidikan yang cukup beragam. Ia pernah menempuh pendidikan di sejumlah sekolah di Brunei dan semasa muda aktif mengikuti kegiatan keagamaan.
Salah satu yang menarik, ia pernah berpartisipasi dalam kegiatan pembacaan Al-Qur’an atau tilawah ketika masih menjadi pelajar. Selain itu, ia juga disebut pernah memiliki pengalaman profesional sebagai systems data analyst. Juga, menjadi finalis World Muslimah 2013.
Perjalanan tersebut menunjukkan bahwa sosoknya tidak hanya dikenal melalui kedudukannya sebagai bagian dari keluarga kerajaan, tetapi juga memiliki latar akademik dan pengalaman tersendiri.
Elegan dalam Balutan Busana Tradisional Brunei

Salah satu hal yang menarik perhatian dari penampilan Raabi’atul Adawiyyah adalah gaya berbusananya ketika menghadiri acara resmi kerajaan.
Dalam berbagai kesempatan, ia terlihat mengenakan busana tradisional dan formal yang mencerminkan identitas budaya Brunei. Siluet yang sopan, detail kain, serta penggunaan aksesori menjadi bagian dari penampilannya ketika menghadiri acara kerajaan.
Gaya tersebut juga memperlihatkan bagaimana busana tradisional tetap dapat tampil anggun dalam acara formal. Pemilihan warna yang lembut maupun warna-warna yang lebih kuat memberikan kesan berbeda, tetapi tetap mempertahankan karakter modest dan elegan.
Aktif dalam Kegiatan Kerajaan
Raabi’atul Adawiyyah juga beberapa kali mendampingi Pangeran Abdul Malik dalam agenda kerajaan. Salah satunya adalah kegiatan penyampaian Kurnia Peribadi Sultan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Pada 2017, misalnya, Raabi’atul bersama Pangeran Abdul Malik turut menyempurnakan penyampaian kurnia peribadi kepada penerima di Daerah Brunei dan Muara. Kegiatan serupa juga tercatat dalam pemberitaan resmi pada 2019.
Kehadirannya dalam berbagai agenda tersebut memperlihatkan perannya sebagai bagian dari keluarga kerajaan yang turut mendampingi kegiatan sosial dan kemasyarakatan.
Dengan latar pendidikan, pengalaman profesional, kehidupan keluarga, serta keterlibatannya dalam sejumlah kegiatan kerajaan, Pengiran Raabi’atul Adawiyyah memiliki sisi kehidupan yang jauh lebih luas untuk dikenali daripada sekadar pemberitaan yang tengah beredar.








