Quiet Defiance Hadirkan Tiga Interpretasi Fashion yang Berakar pada Budaya Indonesia

Runway Indonesia Fashion Chamber di JF3 Fashion Festival 2026 menampilkan tiga koleksi dengan pendekatan berbeda yang sama-sama berangkat dari kekayaan budaya Indonesia.

JF3 Fashion Festival kembali hadir sebagai salah satu ajang fashion terbesar di Indonesia yang secara konsisten menjadi ruang bagi para desainer untuk memperkenalkan karya terbaiknya. Memasuki edisi 2026, JF3 tak hanya menghadirkan deretan koleksi terbaru, tetapi juga menjadi tempat bertemunya kreativitas, budaya, dan inovasi dalam satu panggung.

Salah satu runway yang mencuri perhatian datang dari Indonesia Fashion Chamber (IFC) lewat presentasi bertajuk Quiet Defiance. Sesuai namanya, koleksi-koleksi yang ditampilkan tidak hadir dengan kesan berlebihan, melainkan menyampaikan pesan melalui detail, teknik, dan karakter desain yang kuat. Tiga desainer, Opie OvieWeda Githa, dan Riri Rengganis, masing-masing membawa cerita yang berbeda tentang bagaimana warisan budaya Indonesia bisa terus berkembang.

NOBLELITIQUE by Opie Ovie

Membuka presentasi, Opie Ovie menghadirkan koleksi NOBLELITIQUE yang mengangkat kebaya dalam wajah yang lebih modern. Siluet klasik dipadukan dengan layering, bordir, renda, hingga permainan tekstur yang membuat setiap tampilannya terasa segar tanpa meninggalkan ciri khas kebaya itu sendiri.

Nuansa putih yang dipadukan dengan aksen biru memberikan kesan elegan, sementara rok berbahan tulle dan kain bermotif menghadirkan sentuhan kontemporer yang tetap terasa anggun. Koleksi ini memperlihatkan bahwa kebaya tidak harus selalu tampil dengan bentuk yang sama.

Baca juga  Inspirasi Baju Pesta di Perhelatan Fashion Show ISEF 2019

Lewat NOBLELITIQUE, Opie Ovie ingin menunjukkan bahwa esensi kebaya akan selalu relevan. Bentuknya mungkin terus berkembang mengikuti zaman, tetapi nilai dan identitas yang dimilikinya tetap menjadi bagian penting dari budaya Indonesia.

AERIS SOLENNE Vol. 2 by Weda Githa

Berbeda dari koleksi sebelumnya, Weda Githa membawa pendekatan yang lebih modern melalui AERIS SOLENNE Vol. 2. Koleksi ini didominasi warna hitam, putih, dan abu-abu dengan permainan siluet yang tegas, potongan oversized, serta detail tailoring yang menjadi daya tarik utama.

Beberapa look tampil dengan sentuhan oriental yang dipadukan bersama konstruksi busana yang modern. Permainan volume dan potongan asimetris membuat setiap koleksi terlihat sederhana, tetapi tetap memiliki karakter yang kuat.

Lewat koleksi ini, Weda Githa menunjukkan bahwa elegansi tidak selalu hadir lewat detail yang ramai. Justru melalui potongan yang bersih dan konstruksi yang matang, sebuah busana mampu memberikan kesan yang kuat sekaligus timeless.

MIDNIGHT GARDEN by Riri Rengganis

Menutup runway, Riri Rengganis menghadirkan MIDNIGHT GARDEN, koleksi yang terinspirasi dari proses bertumbuh dan perubahan. Nuansa floral terasa begitu kuat lewat permainan bordir bunga, tekstur kain, serta detail artisan yang menjadi fokus di hampir setiap look.

Baca juga  Rayakan Hari Kemerdekaan Klamby Luncurkan Archipelago Scarf
Image: Instagram/ @rengganis.id_

Palet warna hijau emerald, merah marun, dan sentuhan warna-warna alam menciptakan suasana yang hangat sekaligus dramatis. Detail handcrafted yang dikerjakan dengan teliti menjadi nilai lebih yang memperlihatkan proses di balik setiap busana.

Image: Instagram/ @rengganis.id_

Melalui koleksi ini, Riri Rengganis menggambarkan bagaimana sesuatu yang tampak rapuh justru dapat tumbuh menjadi kekuatan. Sebuah pesan yang diterjemahkan lewat detail-detail kecil yang membuat setiap koleksi terasa hidup.

Ketiga koleksi yang ditampilkan dalam Quiet Defiance membuktikan bahwa tradisi selalu memiliki ruang untuk berkembang. Mulai dari reinterpretasi kebaya, eksplorasi siluet modern, hingga detail artisan yang dikerjakan dengan penuh ketelitian, masing-masing desainer menghadirkan sudut pandang yang berbeda tanpa meninggalkan akar budaya yang menjadi inspirasinya.

Melalui presentasi ini, Indonesia Fashion Chamber kembali menunjukkan bahwa fashion bukan hanya soal tampilan, tetapi juga cara bercerita. Di panggung JF3 Fashion Festival 2026Quiet Defiance menjadi bukti bahwa karya yang tenang tetap mampu meninggalkan kesan mendalam, sekaligus menunjukkan bahwa warisan budaya Indonesia akan selalu relevan ketika dihadirkan dengan perspektif yang baru.

Translate »