Jika diperhatikan, sisir yang baru saja dibersihkan bisa kembali tampak berdebu hanya dalam beberapa hari. Banyak orang mengira debu tersebut berasal dari lingkungan sekitar, padahal penyebabnya lebih kompleks dari itu.
Setiap kali menyisir rambut, sisir akan mengangkat berbagai partikel yang menempel di kulit kepala dan helaian rambut. Mulai dari minyak alami (sebum), sel kulit mati, sisa produk seperti hair serum, dry shampoo, hairspray, hingga debu dan polusi dari luar ruangan. Semua partikel itu kemudian menumpuk di sela-sela gigi sisir dan membentuk lapisan yang terlihat seperti debu berwarna abu-abu.
Bahkan, semakin sering sisir digunakan tanpa dibersihkan, semakin banyak pula kotoran yang menumpuk.

Mengapa Sisir Perlu Dibersihkan Secara Rutin?
Scraflovers, menggunakan sisir yang kotor tidak hanya membuat sisir terlihat kurang bersih, tetapi juga bisa memengaruhi kesehatan rambut dan kulit kepala.
Kotoran yang terus menumpuk berpotensi berpindah kembali ke rambut setiap kali Anda menyisir. Akibatnya, rambut bisa lebih cepat lepek, kulit kepala terasa kurang segar, hingga meningkatkan risiko munculnya ketombe atau iritasi pada sebagian orang.
Membersihkan sisir secara rutin juga membantu menjaga kualitas sisir agar lebih awet dan tetap nyaman digunakan. Membersihkan sisir sebenarnya tidak memerlukan langkah yang rumit. Anda bisa melakukannya di rumah dengan beberapa cara berikut.
1. Lepaskan rambut yang tersangkut

Gunakan jari, ujung sisir lain, atau tusuk gigi untuk mengangkat helaian rambut yang masih menempel di sela-sela gigi sisir.
2. Rendam dalam air hangat dan sabun

Campurkan air hangat dengan sedikit sampo atau sabun cuci piring yang lembut. Rendam sisir selama sekitar 10–15 menit agar minyak dan sisa produk rambut lebih mudah terangkat.
3. Sikat bagian sela-sela

Gunakan sikat gigi bekas yang bersih untuk menyikat bagian gigi sisir hingga semua kotoran terangkat. Untuk sisir kayu, hindari merendam terlalu lama karena dapat merusak materialnya. Cukup lap menggunakan kain yang telah dibasahi air sabun.
4. Bilas dan keringkan

Bilas sisir menggunakan air mengalir hingga bersih, lalu keringkan dengan handuk. Pastikan sisir benar-benar kering sebelum digunakan kembali agar tidak menjadi tempat berkembangnya jamur atau bakteri.
Idealnya, rambut yang tersangkut pada sisir dibuang setiap selesai digunakan. Sementara itu, pencucian menyeluruh sebaiknya dilakukan setidaknya seminggu sekali, terutama jika Anda rutin memakai produk styling atau memiliki rambut yang mudah berminyak.
Namun, bila Anda sedang mengalami ketombe, iritasi kulit kepala, atau infeksi jamur, membersihkan sisir lebih sering menjadi langkah yang disarankan untuk membantu menjaga kebersihan.
Sisir mungkin menjadi salah satu alat perawatan rambut yang paling sering digunakan, tetapi justru paling jarang dibersihkan. Padahal, kebiasaan sederhana ini dapat membantu menjaga kebersihan rambut dan kulit kepala setiap hari.
Jadi, Scraflovers, jangan hanya fokus merawat rambut dengan sampo, masker, atau serum. Mulailah juga rutin membersihkan sisir, karena rambut yang sehat berawal dari alat yang bersih.








