Industri olahraga nasional menunjukkan potensi yang semakin menjanjikan. Untuk memperkuat daya saing sektor ini, Direktorat Industri Kecil dan Menengah Kimia, Sandang dan Kerajinan, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menggelar Business Matching Indonesia Sport and Active Wear (ISAW) Ecosystem: B2B Market Activation pada 3 Juni 2026 di Gedung Sarinah Mall, Thamrin, Jakarta.

Kegiatan ini menjadi wadah bagi pelaku industri olahraga dan activewear dalam negeri untuk memperluas akses pasar serta menjalin kemitraan strategis dengan calon pembeli. Sebanyak 20 Industri Kecil dan Menengah (IKM) turut berpartisipasi dan dipertemukan dengan 15 buyer dan retailer dari dalam maupun luar negeri.
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka Kemenperin, Reni Yanita, mengatakan bahwa industri alat olahraga memiliki peluang besar untuk terus berkembang seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap gaya hidup aktif dan sehat.

“Diharapkan pada triwulan kedua kontribusi ini semakin besar dan juga berdampak pada share ataupun pertumbuhan industri alat olahraga dan industri pakaian jadi,” ujar Reni Yanita.

Melalui kegiatan business matching ini, para pelaku IKM berkesempatan memperkenalkan berbagai produk unggulan, mulai dari perlengkapan olahraga hingga pakaian aktif yang diproduksi di dalam negeri. Pertemuan langsung dengan buyer diharapkan dapat membuka peluang kerja sama bisnis, memperluas jaringan distribusi, hingga meningkatkan potensi ekspor.
Direktorat Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (Ditjen IKMA) menilai bahwa industri alat olahraga merupakan salah satu sektor yang memiliki prospek kuat untuk terus maju. Dengan dukungan inovasi, kualitas produk yang semakin baik, serta kolaborasi lintas sektor, industri ini berpotensi menjadi salah satu penggerak pertumbuhan manufaktur nasional.

Selain sesi business matching, acara juga menghadirkan talkshow yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan dalam ekosistem industri olahraga. Hadir sebagai pembicara antara lain Balques Manisang, Deputy Director Government Relations Shopee, Budihardjo Iduansjah, Ketua Umum HIPPINDO, serta Budi A. Muslim, Asisten Deputi Olahragawan Elit Kementerian Pemuda dan Olahraga RI dan dipandu oleh CEO Scarf Media Temi Sumarlin.
Kehadiran para narasumber tersebut memberikan perspektif mengenai peluang pasar, penguatan ekosistem ritel, pemanfaatan platform digital, hingga strategi pengembangan industri olahraga nasional agar semakin kompetitif di pasar global.
Melalui ISAW Ecosystem 2026, Kemenperin berharap kolaborasi antara pelaku industri, retailer, platform digital, dan pemerintah dapat terus diperkuat sehingga industri alat olahraga dan activewear Indonesia mampu berkembang lebih pesat serta semakin diperhitungkan di tingkat internasional.








