Scarf Media mengawali rangkaian agenda strategisnya sepanjang 2026 melalui sebuah business gathering yang berfokus pada pembacaan tren dan perluasan pasar global industri modest fashion. Menggandeng Islamic Fashion Institute (IFI) sebagai kolaborator utama, acara ini menjadi penanda komitmen Scarf Media dalam membangun ekosistem fesyen Muslim yang adaptif, visioner, dan berdaya saing internasional.

Business gathering ini diselenggarakan pada 29 Januari 2025 di Indonesia Design Development Center (IDDC), Jakarta, dan dirancang sebagai ruang temu lintas pelaku industri fesyen mulai dari brand, akademisi, hingga pemangku kebijakan untuk mendiskusikan arah tren fesyen ke depan serta kesiapan industri dalam menembus pasar global.

Business gathering ini menghadirkan para narasumber dari berbagai latar belakang yang memiliki peran penting dalam pengembangan industri fesyen dan pendidikan mode. Hadir sebagai pembicara Temi Sumarlin selaku CEO Scarf Media, Deden Siswanto selaku Founder Islamic Fashion Institute, Nuniek Mawardi selaku Founder Islamic Fashion Institute, Yufie Kartaatmaja sebagai Lecturer IFI, serta Irmasari Joeda sebagai Lecturer IFI. Diskusi dipandu oleh Hanni Haerani sebagai moderator yang mengarahkan dialog agar tetap relevan dan aplikatif.

Acara ini dihadiri oleh sejumlah brand modest fashion ternama yang telah memiliki pengaruh kuat di industri, di antaranya KAMI, ISSA Group, Sausan, Keenan, Napocut, DOA, Nehhat, Hearttroops, VAIA, Muda, Shashee, serta beberapa brand dan pelaku industri lainnya yang turut menghadiri diskusi dan jejaring bisnis. Kehadiran brand-brand besar ini mencerminkan antusiasme industri terhadap forum dialog yang relevan dan berorientasi masa depan.

Dalam diskusi tersebut, para narasumber membahas bagaimana konsep fashion forward tidak hanya dimaknai sebagai tren visual, tetapi juga sebagai pendekatan strategis yang mencakup inovasi desain, kesiapan sumber daya manusia, serta kemampuan brand untuk merespons perubahan perilaku konsumen dan pasar global.
Beberapa tren yang dikulik antara lain Ice Blue dengan karakter sejuk dan modern, Cherry Coded yang berani dan ekspresif, Pickle Fix dengan nuansa earthy yang unik dan playful, serta palet warna lain yang menekankan emosi, ekspresi personal, dan storytelling dalam berbusana. Selain itu, turut dibahas istilah tren seperti Brooched yang merepresentasikan kesan klasik dan refined, serta Romansa dengan palet lembut dan hangat yang dinilai relevan dengan karakter modest fashion yang rapi, elegan, dan tetap modern.

Deden Siswanto mengungkapkan bahwa “Tren tidak hanya memengaruhi arah industri fesyen, tetapi juga membentuk gaya berpakaian sehari-hari dan menjadi panduan yang kuat dalam membangun karakter berbusana agar terlihat lebih rapi dan terarah“. Ia menekankan bahwa pemahaman tren perlu diterjemahkan secara kontekstual agar sesuai dengan identitas dan kebutuhan pasar.

Sementara itu, Temi Sumarlin menegaskan peran media dalam menjembatani edukasi, inspirasi, dan kolaborasi lintas sektor. “Business gathering ini kami hadirkan sebagai ruang kolaboratif agar pelaku industri modest fashion dapat memahami tren fashion forward secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi gaya, tetapi juga strategi dan nilai yang dibangun,” ujarnya.

Selain IFI sebagai kolaborator utama, kegiatan ini juga didukung oleh berbagai pemangku kepentingan industri yang turut berkontribusi dalam memperkuat ekosistem modest fashion. Melalui business gathering ini, Scarf Media menegaskan langkah awalnya di 2026 untuk menghadirkan rangkaian event yang tidak hanya inspiratif, tetapi juga strategis dan berdampak bagi pertumbuhan industri modest fesyen dan fesyen Muslim Indonesia.

Dalam rangkaian acara tersebut juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Islamic Fashion Institute (IFI) dan You-I Jepang sebagai langkah strategis dalam pengembangan produk serta penguatan industri fesyen. Kolaborasi ini diharapkan dapat membuka peluang pertukaran pengetahuan, inovasi desain, hingga pengembangan sumber daya manusia yang berorientasi pada standar dan kebutuhan pasar global.
Melalui business gathering ini, Scarf Media bersama Islamic Fashion Institute menegaskan komitmennya dalam mendukung modest fashion Indonesia untuk membuka pasar global melalui pemahaman tren fesyen yang relevan dan strategis. Dengan menghadirkan forum diskusi yang berkesinambungan, kegiatan ini diharapkan mampu mendorong kolaborasi lintas sektor serta melahirkan gagasan dan inovasi yang memperkuat daya saing industri modest fashion Indonesia di kancah internasional.









