Bacaan Doa Saat Menghadapi Ketidakpastian dalam Kehidupan

Menurut QS Al-Anbiya ayat 87

Ketidakpastian adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia. Ada masa ketika arah hidup terasa kabur, keputusan terasa berat, dan jawaban atas doa-doa belum juga tampak. Dalam kondisi seperti itu, Islam mengajarkan umatnya untuk kembali kepada Allah melalui doa. Salah satu doa yang paling kuat dan relevan saat menghadapi ketidakpastian tercantum dalam QS Al-Anbiya ayat 87, doa yang dipanjatkan oleh Nabi Yunus AS ketika berada dalam kondisi paling gelap dalam hidupnya.

QS Al-Anbiya ayat 87 mengisahkan Nabi Yunus AS yang meninggalkan kaumnya dalam keadaan marah, lalu diuji oleh Allah dengan berada dalam perut ikan di tengah lautan. Dalam kondisi terisolasi, gelap, dan tanpa kepastian, Nabi Yunus tidak menyalahkan keadaan. Ia justru berserah diri sepenuhnya kepada Allah dengan doa yang kemudian dikenal sebagai doa ketundukan dan pengakuan diri.

Doa tersebut berbunyi: “Laa ilaaha illaa anta, subhaanaka inni kuntu minazh-zhaalimiin.” Artinya, “Tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim.” Doa ini menjadi simbol kepasrahan total, pengakuan atas keterbatasan manusia, dan keyakinan penuh bahwa hanya Allah tempat bergantung di tengah ketidakpastian.

Baca juga  Jaminan Surga Bagi Orang Tua yang Mendidik Anak dengan Baik

Makna doa QS Al-Anbiya ayat 87 sangat dalam. Kalimat pertama menegaskan tauhid, mengingatkan bahwa tidak ada kekuatan lain yang mampu memberi jalan keluar selain Allah. Kalimat kedua adalah bentuk pensucian Allah dari segala kekurangan, sementara kalimat terakhir merupakan pengakuan jujur atas kesalahan dan keterbatasan diri. Kombinasi ketiganya menjadikan doa ini sangat relevan bagi siapa pun yang merasa terjebak dalam situasi sulit dan tidak tahu harus melangkah ke mana.

Dalam kehidupan modern, ketidakpastian bisa hadir dalam berbagai bentuk, mulai dari persoalan pekerjaan, hubungan, kesehatan, hingga masa depan yang belum jelas arahnya. QS Al-Anbiya ayat 87 mengajarkan bahwa doa bukan hanya permintaan agar masalah segera selesai, tetapi juga proses menenangkan hati dan meluruskan kembali niat. Doa ini membantu seseorang untuk berhenti sejenak, merenung, dan menyadari bahwa di balik setiap ujian ada hikmah yang sedang disiapkan.

Baca juga  8 Nama Lain Al-Qur’an Ini Punya Makna Mendalam, Sudah Tahu?

Rasulullah SAW juga menganjurkan doa Nabi Yunus ini sebagai bacaan saat berada dalam kesempitan. Doa tersebut bukan hanya untuk kondisi ekstrem, tetapi juga bisa diamalkan dalam keseharian, terutama ketika hati diliputi kegelisahan dan pikiran dipenuhi tanda tanya. Dengan membacanya secara konsisten, seseorang dilatih untuk bersikap rendah hati, sabar, dan penuh tawakal.

Pada akhirnya, QS Al-Anbiya ayat 87 mengingatkan bahwa ketidakpastian bukanlah tanda ditinggalkan Allah, melainkan bagian dari proses pendewasaan iman. Melalui doa Nabi Yunus AS, umat Islam diajak untuk kembali kepada Allah dengan penuh kejujuran dan kerendahan hati. Dalam kegelapan sekalipun, selalu ada cahaya pertolongan bagi mereka yang berserah dan percaya sepenuhnya kepada-Nya.

Translate »