Nama .angan ini ramai dibicarakan warganet. Bukan karena sensasi atau kontroversi, melainkan lewat potret kesehariannya sebagai ayah yang terlihat begitu hadir untuk anak-anaknya. Dari momen-momen sederhana yang terekam, Daehoon memperlihatkan sisi parenting yang hangat, jujur, dan terasa sangat membumi.
Dalam beberapa foto, Daehoon tampak menghabiskan waktu bersama anak-anaknya dengan penuh perhatian. Duduk berdekatan, menemani mereka bermain, hingga merespons setiap interaksi kecil yang muncul.
Tak sedikit warganet yang memuji cara Daehoon membangun kedekatan emosional dengan anak-anaknya. Ia tidak hanya hadir secara fisik, tetapi juga terlihat benar-benar terlibat mendengarkan, merespons, dan menemani proses tumbuh kembang anak. Pola parenting seperti ini dinilai penting karena mampu menciptakan rasa aman dan kelekatan sejak dini.

Momen lain memperlihatkan Daehoon mengajak anak-anak beraktivitas di luar rumah. Ada yang digendong, ada pula yang dibiarkan bebas bereksplorasi, sementara ia tetap sigap mengawasi dari dekat. Hal lain yang membuat Daehoon begitu dikagumi adalah kemampuannya menyeimbangkan peran sebagai ayah dan tanggung jawab pekerjaan.

Mengajak anak sambil tetap beraktivitas bukan hal mudah, namun ia menjalaninya dengan tenang. Potret-potret ini seolah mengingatkan bahwa parenting bukan tentang kesempurnaan, melainkan tentang kehadiran.

Tak jarang pula terlihat suasana yang apa adanya anak-anak dengan energi penuh, ekspresi lelah, dan kondisi yang jauh dari kata rapi. Namun justru di situlah kehangatan itu terasa. Daehoon tetap membersamai, tanpa terlihat terburu-buru atau kehilangan kesabaran. Kehadiran yang konsisten inilah yang membuat banyak orang merasa relate dan tersentuh.

Di tengah maraknya konten parenting yang kadang terasa kompetitif, sosok Daehoon hadir dengan pendekatan yang lebih hangat dan membumi. Ia menunjukkan bahwa mengasuh anak bisa dilakukan dengan cara sederhana cukup dengan meluangkan waktu, perhatian, dan cinta yang konsisten.
Lewat potret-potret sederhana ini, Daehoon seolah mengingatkan bahwa menjadi orang tua tidak perlu tampil sempurna. Yang terpenting adalah hadir, terlibat, dan membersamai anak di setiap fase tumbuh kembangnya. Dan mungkin, itulah alasan mengapa sosoknya begitu mudah dicintai banyak orang.









