
Fashionably Modest Asia 2025 Wujudkan Harmoni dalam Keselarasan Style, Beauty dan Modern Modesty
Fashionably Modest Asia 2025 menjadi ruang kreatif yang menyoroti perkembangan modestwear melalui koleksi ikonik, kolaborasi lintas negara, dan gaya modern yang relevan.
Fashionably Modest Asia (FMA) 2025 resemi hadir pada 18–20 November di Pavilion Damansara Heights. Dalam tiga hari penuh energi, ruang tersebut berubah menjadi pusat kreativitas dan perayaan budaya, mempertemukan para desainer Malaysia, figur industri, selebritas, hingga para fashion enthusiast. Scarf Media pun turut hadir sebagai media partner untuk meliput langsung perhelatan besar ini, menangkap perkembangan terbaru modest fashion di panggung regional.

Acara ini dibuka dengan kolaborasi Min Luna x Sekian, sekaligus memperkenalkan platform digital terbaru Min Luna yang berfokus pada modest style, lifestyle curation, dan modern essentials. Kolaborasi ini menjadi gerbang yang tepat sebelum sembilan desainer Malaysia tampil memperlihatkan karya terbaik mereka.


TACT, Ezzati Amira, Hasz Hisham, Shaz Nash, Afiq M, Bev C, SVG, Huntilanak, dan Behati tampil dengan gaya yang beragam namun tetap mencerminkan arah baru modest fashion Malaysia. Media partners Majalah WM dan Majalah Nona juga menambah warna lewat styling dari Abu, Sara J., Asyraf Arrif, SHALS KL, serta TheZulvannyProject x Inna.


Tak hanya itu, FMA membawa perspektif fresh dari regional ASEAN. Na Forrer (Brunei) menampilkan interpretasi craft tradisional yang dibuat lebih modern. Khaar (Vietnam) menawarkan siluet berkelanjutan Chris Nick (Filipina) yang menghadirkan energi urban, sementara Benang Jarum (Indonesia) hadir dengan koleksi refined dan timeless. Keempatnya menciptakan dialog lintas budaya yang memperlihatkan bahwa modest fashion punya ruang besar untuk terus berevolusi di kawasan.


Hari terakhir dipenuhi nuansa couture Malaysia. Fuzana Mokhtaza, Variante, Syomsz by Syomirizwa Gupta, N. Khan, Sharifah Kirana, hingga maestro bespoke Radzuan Radziwill tampil dengan karakter khas masing-masing. Sebagai penutup, panggung FMA dipenuhi antusiasme ketika Hatta Dolmat membawakan koleksi visioner yang memberi akhir manis pada gelaran tahun ini.

Selama tiga hari penyelenggaraan, Pavilion Damansara Heights berubah menjadi creative hub yang hidup. Dari momen couture yang dramatis, tampilan ready-to-wear yang wearable, hingga aktivitas beauty di balik panggung, semuanya berpadu menghadirkan atmosfer energik yang dirayakan oleh para tamu.
Media sosial pun ramai dengan unggahan runway, detail koleksi, hingga reaksi audiens menegaskan bahwa FMA 2025 kini menjadi salah satu perhelatan fashion paling diperhatikan di kalender ASEAN.








