Bulan Ramadan selalu jadi momen yang istimewa dan penuh kehangatan. Selain menjadi waktu untuk memperbanyak ibadah, Ramadan juga sering dimanfaatkan para orang tua untuk mulai memperkenalkan puasa kepada si kecil. Mengajarkan anak berpuasa bukan semata soal menahan lapar dan haus, tapi juga tentang menanamkan nilai kesabaran, disiplin, dan rasa empati sejak dini.
Melansir dari Tentang Anak, proses mengenalkan puasa pada anak sebaiknya dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan kesiapan fisik maupun emosional mereka. Jadi, pengalaman pertama anak dalam menjalani puasa bisa terasa positif dan menyenangkan, bukan malah menjadi tekanan.
Nah, Scarflovers pasti setuju ya, pengalaman pertama anak dalam menjalani puasa sebaiknya dibuat ringan dan penuh semangat. Dengan pendekatan yang tepat, anak bisa lebih termotivasi dan menjalani Ramadan dengan ceria.
Karena pada dasarnya, proses belajar puasa adalah perjalanan bertahap. Tidak perlu terburu-buru, yang penting anak merasa nyaman dan tetap sehat.

Usia Ideal Anak Mulai Berpuasa Penuh
Banyak pendapat menyebutkan bahwa usia ideal anak untuk mulai mencoba puasa penuh biasanya berada di rentang 9 hingga 14 tahun. Di usia ini, anak umumnya sudah lebih kuat secara fisik dan mulai mampu mengontrol rasa lapar serta haus lebih baik dibandingkan anak yang lebih kecil.
Namun, untuk anak di bawah usia 9 tahun, bukan berarti tidak boleh belajar puasa sama sekali. Mereka tetap bisa dikenalkan secara perlahan, misalnya dengan puasa setengah hari atau puasa beberapa jam dulu. Anggap saja sebagai latihan kecil menuju kebiasaan yang lebih besar.
Tanda-Tanda Anak Mulai Siap Berpuasa
Setiap anak punya kesiapan yang berbeda, jadi penting bagi orang tua untuk mengenali tanda-tandanya. Berikut beberapa hal yang bisa jadi indikator anak mulai siap mencoba puasa penuh:
1. Sudah Pernah Coba Puasa Bertahap
Anak yang siap biasanya sudah mampu berpuasa hingga Zuhur atau Ashar tanpa terlalu rewel. Ini menunjukkan tubuhnya mulai beradaptasi dengan pola makan Ramadan.
2. Tidak Mudah Lemas
Scarflovers, anak yang siap berpuasa umumnya masih bisa beraktivitas dengan cukup normal. Kalau anak terlihat sangat lemas, pusing, atau dehidrasi, bisa jadi tubuhnya belum siap untuk puasa seharian.

3. Punya Pola Makan yang Cukup Baik
Anak yang terbiasa makan sehat akan lebih mudah menjalani puasa. Pastikan menu sahur dan berbuka mengandung:
- Karbohidrat kompleks (nasi, oat, roti gandum)
- Protein (telur, ayam, ikan)
- Buah dan sayur
- Air putih yang cukup
Hindari makanan terlalu berminyak atau minuman manis berlebihan ya, karena bisa bikin cepat lemas.
4. Bisa Menyesuaikan Pola Tidur
Ramadan sering mengubah jam tidur karena harus bangun sahur. Anak yang siap biasanya mampu tetap mendapat istirahat cukup agar tidak mudah cranky di siang hari.
5. Tidak Memiliki Kondisi Kesehatan Tertentu
Kalau anak punya kondisi seperti anemia, diabetes, atau gangguan pencernaan, sebaiknya konsultasi dulu dengan dokter sebelum memulai puasa penuh.
6. Mulai Memahami Makna Puasa
Puasa bukan cuma soal menahan lapar, tapi juga melatih sabar dan belajar peduli pada orang lain. Anak yang mulai mengerti tujuan ini biasanya lebih siap secara mental.
Tips Agar Anak Puasa Lancar dan Tetap Sehat
Agar pengalaman puasa anak terasa nyaman, orang tua perlu memperhatikan beberapa hal penting.
1. Pastikan Asupan Nutrisi Seimbang
Anak sedang dalam masa tumbuh kembang, jadi kebutuhan nutrisinya tinggi. Saat sahur dan berbuka, pastikan anak makan cukup, tapi tidak berlebihan.
Tambahkan buah dan sayur agar daya tahan tubuh tetap terjaga.
2. Cegah Dehidrasi dengan Cukup Minum
Dehidrasi bisa bikin anak lemas dan tidak fokus. Idealnya anak minum sekitar 5 gelas air di waktu malam, misalnya:
- 1 gelas saat bangun
- 1 gelas saat sahur
- 1 gelas saat berbuka
- 2 gelas setelah makan malam hingga sebelum tidur
3. Hindari Makanan Pemicu Haus
Makanan terlalu asin, terlalu manis, atau berminyak bisa membuat anak cepat haus dan tidak nyaman saat puasa. Jadi sebaiknya dibatasi dulu ya.
4. Pantau Kondisi Anak Selama Puasa
Kalau anak terlihat sangat lemas, bibir kering, atau mengeluh pusing, jangan ragu untuk memberi istirahat atau membatalkan puasa. Kesehatan tetap nomor satu.
Usia ideal puasa penuh berkisar 9–14 tahun, tetapi yang terpenting adalah kesiapan fisik dan mental anak. Dengan nutrisi yang baik, cukup cairan, dan pendekatan yang lembut tanpa paksaan, anak bisa menjalani puasa dengan ceria dan penuh makna. Semoga Ramadan tahun ini menjadi pengalaman yang hangat untuk keluarga Scarflovers, ya.









