Cara Mudah Mengetahui Anak Kekurangan Zat Besi

Zat besi membantu memindahkan oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh. Ini juga membantu otot menyimpan dan menggunakan oksigen. Jika pola makan anak Anda kekurangan zat besi akan mempengaruhi tumbuh kembang anak. Kondisi ini menyebabkan tubuh tidak memiliki cukup sel darah merah sehat yang membawa oksigen. Ini adalah kondisi serius yang disebut anemia defisiensi besi. Untuk mencegahnya diperlukan untuk mengetahui ciri-ciri kekurangan zat besi pada anak.

Ciri Anak Kekurangan Zat Besi

Anemia defisiensi besi paling umum meliputi kulit pucat, mudah lelah, sakit kepala, detak jantung cepat, lidah sakit, menurunnya nafsu makan, hingga limpa membesar. Ciri-ciri kekurangan besi pada anak-anak dengan anemia berat mungkin memiliki  gejala tambahan berupa sesak napas, tangan dan kaki bengkak, sakit kepala, hingga bisa pingsan.

Baca juga  Apakah Orang Tua Perlu Ikut Kelas Parenting?

Cara Mengatasi Anemia Defisiensi Zat Besi pada Anak

1. Sajikan makanan kaya zat besi.

Paling sering, orang tua mulai memberikan makanan padat kepada bayinya antara usia 4 bulan dan 6 bulan. Saat Anda mulai menyajikan makanan padat, berikan bayi Anda makanan yang mengandung zat besi tambahan. Ini termasuk sereal bayi yang diperkaya zat besi, daging yang dihaluskan, dan kacang yang dihaluskan. Untuk anak yang lebih besar, sumber zat besi yang baik antara lain daging merah, ayam, ikan, kacang-kacangan, dan bayam.

Baca juga  Ciri-ciri Orangtua yang Dapat Membahayakan Kesehatan Mental Anak

2. Jangan menyajikan terlalu banyak susu.

Antara usia 1 dan 5 tahun, jangan biarkan anak Anda minum lebih dari 24 ons (710 mililiter) susu sehari.

3. Tawarkan makanan yang kaya vitamin C.

Ini membantu tubuh menyerap zat besi. Makanan yang tinggi vitamin C antara lain buah jeruk, melon, stroberi, paprika, tomat, dan sayuran berwarna hijau tua.

Translate »