Panduan Puasa untuk Ibu Hamil dan Menyusui

Ramadan tiba, ini panduan berpuasa bagi ibu hamil dan menyusui!.

Bulan Ramadan merupakan bulan yang terdapat ibadah utama di dalamnya, yaitu puasa. Umat muslim diwajibkan berpuasa selama bulan Ramadan. Mengingat memasuki bulan Ramadan, para ibu hamil dan menyusui kerap kali dilema untuk memutuskan berpuasa atau tidak. Menyadur dari NU Online, patut dipahami bahwa peremuan yang sedang hamil dan menyusui memiliki ketentuan yang sama dengan orang yang sakit dalam hal boleh-tidaknya meninggalkan puasa. Untuk lebih yakin, berikut ini panduan puasa untuk ibu hamil dan menyusui.

1. Jaga Hidrasi

Agar terhindar dari dehirasi selama bulan puasa, maka ibu hamil disarankan untuk minum air sebanyak 2,3 liter yang setara dengan 10 gelas air per hari.

2. Mencukupi Kebutuhan Gizi

Bagi ibu hamil rerata kebutuhan gizi yang didapat adalah 2250 kkal ditambah 180 kkal pada trimester pertama menjadi 2430 kkal. Lebih banyak lagi pada trimester 2 dan 3 yaitu sebanyak 2550 kkal. Tidak berbeda jauh pada saat menyusui energi yang dibutuhkan sebesar 2600 kkal. Sedangkan tanda anak cukup ASI meliputi dalam satu bulan berat badan anak naik 400gr-1000gr, bayi BAB minimal 1x sehari berwarna kuning cerah, payudara terasa kosong dan kempes setelah menyusui, dan bayi buang air kecil minimal 6x sehari.

Baca juga  Kandungan Skincare Ini Berbahaya Untuk Ibu Hamil dan Menyusui

3. Konsumsi Makanan Bernutrisi saat Sahur

Bagi ibu hamil dan menyusui, waktu sahur tidak boleh terlewat sebab berpuasa dalam waktu yang lama membutuhkan energi yang lebih. Untuk itu, pilihlah makanan yang lebih  sehat seperti buah-buahan atau makanan kaya nutrisi lainnya.

4. Perhatikan Kondisi Bayi

Bagi ibu menyusui, pastikan Anda selalu memperhatikan kondisi kesehatan bayi terutama apabila terjadi perubahan perilaku. Dalam situasi ini, sebaiknya Anda segera berhenti puasa dan segera menghubungi konsultan laktasi. Beberapa tanda-tanda bayi yang kekurangan asupan ASI, seperti nangis yang tidak berhenti-henti/terlalu sering, berat badan turun, kurangnya jumlah popok basah, feses berwarna kehijauan.

Baca juga  Susu Kurma, Booster Ibu Menyusui Selama Berpuasa

5. Perhatikan Kondisi Ibu yang Menyusui

Seperti halnya dengan bayi, kondisi ibu perlu diperhatikan karena adanya potensi dehidrasi. Menurut National Health Service UK, sebaiknya berhenti puasa jika mengalami gejala, seperti merasa haus yang berlebihan, pusing, sakit kepala, dan letih lesu, produk urin yang sangat sedikit / berwarna gelap, hingga pingsan. Saat peristiwa ini terjadi, segera istirahat dan minum jus buah murni atau oralit. Kalau tidak merasa baik juga setelah 30 menit, langsung hubungi dokter untuk mencegah komplikasi.

6. Konsultasi ke Dokter Laktasi

Pastinya, Anda perlu konsultasi ke dokter dan memeriksakan kondisi kehamilan sebelum berpuasa. Ada baiknya konsultasi ke pakar laktasi ya.

Translate »