Benarkah Gempa Bumi Berkaitan Dengan Teguran Tuhan?

Maraknya bencana alam yang terjadi salah satunya gempa bumi yang melanda di Indonesia beberapa waktu lalu, membuat pemahaman yang komprehensif. Kita dapat memahami gempa bumi sebagai pemahaman ilmiah dan pemahaman teologi.

Dari segi ilmiah, gempa bumi menjadi fenomena alam yang biasa terjadi. Indonesia menjadi salah satu wilayah yang rawan gempa disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satunya, sabuk Alpide yang melewati Indonesia juga menyumbang potensi gempa.

Sedangkan dari sudut pandang teologis, peristiwa gempa bumi adalah bagian dari kehendak Allah SWT yang sudah tercatat seluruhnya di Lauh Mahfudz.

مَآ أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍۢ فِي ٱلْأَرْضِ وَلَا فِيْ أَنفُسِكُمْ إِلَّا فِي كِتَٰبٍۢ مِّن قَبْلِ أَن نَّبْرَأَهَآ إِنَّ ذَٰلِكَ عَلَى ٱللَّهِ يَسِيرٌۭ

“Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah,” (QS. Al-Hadid: 22).

Baca juga  Keikhlasan Ustadz Khalid Basalamah Mengikuti Prosedur Covid-19 untuk Kepergian Sang Ayah

Apakah setiap gempa bumi yang terjadi adalah sebuah teguran atau azab dari Allah? Menyadur dari NU Online, jawabannya adalah tidak. Karena dari aspek teologis tak ada kekhususan dalam hal bencana alam dari kejadian apapun. Bicara soal teguran Tuhan, maka teks-teks agama Islam menegaskan bahwa semua hal bisa menjadi bentuk teguran Tuhan. Sakit, rezeki yang sulit, gagal panen, dan segala ketidaknyamanan bisa menjadi bentuk teguran Tuhan agar seorang hamba kembali mengingat-Nya.

Baca juga  JK Pinta Ceramah Ramadan Variatif dan Tidak Berulang

Karena itu, bertaqwalah dan meminta ampunan kepada Allah. Saat terjadi gempa, dianjurkan untuk berdoa memohon pertolongan Allah. Berikut ini doanya:

“Allâhumma innî asaluka khairaha wa khaira mâ fîhâ, wa khaira mâ arsalta bihi, wa a’ûdzubika min syarrihâ, wa syarri mâ fîhâ wa syarri mâ arsalta bihi.”

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kehadirat-Mu kebaikan atas apa yang terjadi, dan kebaikan apa yang di dalamnya, dan kebaikan atas apa yang Engkau kirimkan dengan kejadian ini. Dan aku memohon perlindungan kepada-Mu dari keburukan atas apa yang terjadi, dan keburukan atas apa yang terjadi didalamnya, dan aku juga memohon perlindungan kepada-Mu atas apa-apa yang Engkau kirimkan.”

Translate »