Billiton Spice Mejeng di Side Event G20 Bali, Lada Unggul dari Bangka Belitung!

Diekspor ke negeri Jiran.

10

Dalam Side Event G20 Bali, Scarf Media berkolaborasi dengan Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia dalam mempersembahkan sejumlah acara menarik dan produk lokal. 

Salah satunya adalah produk lokal asal Bangka Belitung, yaitu Billiton Spice.

Billiton yang berarti Belitung dan Spice yaitu rempah. Billiton Spice bekerja sama dengan kelompok tani lada di daerah Belitung.

Bangka Belitung adalah penghasil rempah terbesar tanah air dan dijuluki pula king of spice dengan aroma dan rasa terbaik. 

Scarf Media Store “Side Event G20 Bali”

Keunggulan lada yang ada di Bangka Belitung tersebut dilihat sebagai peluang usaha bagi Vivi Widyana (41), yang sejak kecil seringkali ikut ayahnya ke kebun lada seluas 10 hektare di Desa Air Nangka, Belitung. 

Menyadur dari Antara News, Billiton Spice telah mengantongi Certificate of Analysist (COA) dan Analisis bahaya dan pengendalian titik kritis atau Hazard analysis and critical control points (HACCP) dan Halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). 

Sehingga, lada buatan Vivi terbebas dari bakteri salmonela atau e-coli. 

Billiton Spice memproduksi dua jenis lada, yaitu lada putih dan lada hitam. 

Keduanya berasal dari tanaman yang sama yaitu Piper Nigrum. Adapun panen lada biasanya berlangsung satu kali setahun yakni pada periode Juli-Agustus. 

Vivi mengemas lada Billiton Spice dalam wadah kaca, karena dapat menyerap elemen plastik, sehingga mempengaruhi rasa lada itu sendiri. 

Wadahnya pun disinari di bawah sinar UV beberapa saat sebelum digunakan untuk mengemas lada hitam maupun lada putih dan dirancang khusus agar konsumen dapat dengan mudah menggiling lada langsung dari botolnya dengan teknik memutar. 

Dengan harga bervariasi mulai dari Rp50.000 per kemasan tersedia di Belitung, Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah dan e-commerce.

Bahkan, Billiton Spice kini telah diekspor ke Malaysia untuk memenuhi kebutuhan lada negeri jiran itu.