Sakdiyah dan Jenahara, Dua Muslimah yang Berikan Pengaruh Dunia Kreatif Indonesia

Sudah banyak perempuan  hebat Indonesia yang mengharumkan nama bangsa, mulai dari dunia olahraga, politik, science, entertainment, dan juga dunia kreatif. Perempuan sudah tidak lagi dipandang sebelah mata dan dapat berkarya di bidangnya masing – masing.

Pada talkshow di acara Indonesia Millenial Summit 2020 ini, IDN mengundang Jenahara (Fashion Designer) dan Sakdiyah (Komika Stand Up Comedy), keduanya dianggap memberikan banyak pengaruh di industry kreatif. Kedua perempuan ini meyakini dengan apa yang mereka kerjakan. Tidak peduli apa yang orang lain katakan terhadap mereka, selama itu tidak mengganggu kehidupan privasi mereka.

Jenahara dan Sakdiyah telah memakai hijab dari muda, pada saat waktu SMA dan kuliah, yang pada saat jaman tersebut (90an) perempuan berhijab masih dianggap sebelah mata. Walaupun mempunyai background keluarga yang berbeda tetapi mereka mempunyai keteguhan hati dengan apa yang mereka kerjakan, akan menghasilkan sesuatu yang positif di jalan Allah SWT. Jenahara mempunyai keluarga yang terbuka dan support dengan apa yang dia lakukan. Lain lagi dengan Sakdiyah, yang orang tuanya sangat ketat dengan kehidupan sosialnya, tetapi mendukung dirinya untuk menjadi perempuan yang pintar dan mempunyai pendidikan yang tinggi.

Baca juga  Indonesia Millennial Report 2020 Ungkap Stereotip Anak Muda Indonesia

Menurut Jenahara menjadi perempuan di Indonesia sangatlah susah, karena perempuan cenderung mendapatkan pressure dan juga judge mental dari lingkungan sekitar. Di dunia fashion sendiri perempuan yang berhijab sangatlah jarang dan hampir tidak ada saat jaman dahulu. Jika perempuan berhijab ingin berkarir atau mengejar cita – citanya akan sukar bagi muslimah pada jaman itu. Karena hal ini Jenahara ingin menghapuskan stigma, bahwa hijab bukan menjadi halangan dan  perempuan berhijab tidak dapat berkarya itu adalah salah. Menurutnya semua manusia mempunyai hak untuk berkarir tanpa harus merubah jati dirinya.

Karena Fashion merupakan bahasa paling mudah untuk diterima dan hijrah sudah menjadi kebutuhan iman, Jenahara ingin memperlihatkan hal tersebut melalui karyanya yang memperlihatkan bahwa seorang muslimah juga dapat berkarya, berkarir, dan menggapai cita – citanya.

Baca juga  Indonesia Millennial Summit 2020 untuk Masa Depan Remaja Indonesia

Untuk menjadi perempuan yang kuat tinggal di Indonesia, “You must have sense of humor” itu yang Sakdiyah katakan untuk muslimah di acara talkshow IDN. Menurutnya humor itu dapat menjadi suatu cara untuk memberikan prespektif yang berbeda tapi masih tetap santun kepada masyarakat luas. Saat dia menjadi komika, dia bisa membahas hal apapun hinggal hal – hal yang taboo dengan konteks humor yang dapat diterima. Baginya komedi merupakan suatu wadah yang sangat kuat untuk berkomunikasi, berdialog, dan berpikir kritis dalam menyampaikan apa yang dia pikirkan.

Dengan maraknya pemakaian sosial media pada jaman sekarang pun juga bisa mengubah cara pikir dan pola pikir kita sebagai pengguna apakah akan mengikuti arus atau tidak. Menurut mereka sebagai muslimah yang cerdas di dunia digital ini harus mempunyai prinsip – prinsip yang kita percayai, karakter yang kuat dan strong believe. (DP)

Translate »