Stop Konsumsi Makanan Ini Untuk Hidup Yang Lebih Sehat

Makanan menjadi faktor yang dapat memengaruhi kesehatan seseorang. Makanan sehat, akan membuat tubuh menjadi sehat pula, sedangkan makanan yang buruk akan merusak organ tubuh dan menyebabkan munculnya berbagai peyakit berbahaya. Untuk mengurangi risiko munculnya penyakit berbahaya yang dapat mengancam siapa saja, tindakan pencegahan perlu dilakukan. Salah satunya dengan mengubah pola makan sehari-hari. Dalam keseharian kita, mungkin beberapa makanan di bawah ini sangat sering dikonsumsi. Namun, demi hidup yang lebih sehat, mulailah untuk membatasi konsumsi makanan tersebut. Makanan apa saja yang harus dihindari agar hidup Anda lebih sehat? Artikel berikut ini akan membahas mengenai makanan yang harus dihindari karena dapat berbahaya bagi tubuh.

Daging Olahan

Dikutip dari Harpersbazaar, menurut Rhian Stephenson, seorang ahli nutrisi sekaligus naturopati dan CEO Psycle London, daging olahan merupakan makanan paling merusak tubuh. Hal ini disebabkan karena daging olahan tergolong makanan yang bersifat karsinogenik serta dapat menyebabkan resistensi atau kebal terhadap antibiotik, masalah hormon, dan menggangu kerja insulin. Dengan demikian, mengkonsumsi daging olahan dapat menyebabkan beresiko terkena penyakit diabetes, kardiovaskular, dan peradangan.

Patut kita ketahui hewan yang dijadikan daging olahan telah diberikan suntikan hormon dan obat-obatan saat masih hidup. Ketika hewan tersebut diproses menjadi daging olahan, daging akan diberikan bahan kimia yang berfungsi untuk mengawetkan, memberi warna dan rasa. Zat tersebut, akan berubah menjadi nitrosamin yang berbahaya bagi tubuh penyebab dari penyakit kanker usus besar, kanker perut, dan kanker pankreas.

Di kehidupan sehari-hari daging olahan menjadi makanan yang mudah sekali ditemui atau bahkan mungkin sering Anda konsumsi. Daging olahan seperti kornet, sosis, nugget, pepperoni, salami, dan berbagai macam jenis lainnya sudah menjadi bagian hidup sehari-hari. Agar dapat hidup lebih sehat, mulailah membatasi konsumsi daging olahan dan menggantinya dengan protein hewani atau nabati yang alami.

Gula Tambahan

dok.freepik

Bukan rahasia lagi, jika penggunaan gula yang terlalu banyak dapat menyebabkan timbulnya berbagai penyakit. Dari mulai jantung, obesitas, hiperglikemia, kerusakan gigi, hingga Alzheimer dapat mengancam orang yang gemar mengkonsumsi gula berlebih.

Dikutip dari Harpers bazaar Dr. Marilyn Glenvile, seorang ahli nutrisi khusus kesehatan wanita mengatakan bahwa banyak perempuan yang datang ke kliniknya mengeluhkan gejala, seperti mudah marah, perilaku agresif, jantung berdebar, menangis berlebihan, pusing, kecemasan, kebingungan, disorientasi, mudah lupa, kesulitan berkonsentrasi, mudah lelah, insomnia, dan kram otot. Semua indikasi tersebut dapat disebabkan oleh tidak seimbangnya gula darah, baik terlalu tinggi atau terlalu rendah.

Oleh karena itu, untuk hidup yang lebih sehat ada baiknya kita mulai mengurangi konsumsi gula berlebih, seperti mengurangi konsumsi minuman kemasan atau kalengan, mengganti gula biasa dengan gula yang rendah kalori, atau memberikan madu sebagai pemanis alami.

Garam

dok.freepik

Selain gula, penggunaan garam berlebih juga dapat menyebabkan berbagai risiko terkena penyakit berbahaya, seperti stroke, kanker perut, dan jantung. Pada umumnya batasan konsumsi garam dalam sehari adalah 5 gram atau sebanyak satu sendok teh namun, banyak orang yang mengkonsumsi lebih dari itu. Kelebihan garam dalam tubuh akan menyebabkan tekanan darah menjadi tinggi lalu merusak pembuluh darah. Selain tu, konsumsi garam yang tinggi membuat ginjal bekerja lebih berat sehingga akan meningkatkan kerusakan ginjal.

Mungkin terdapat beberapa orang yang keberatan untuk mengurangi penggunaan garam sehari-hari karena sangat menyukai rasa asin dari garam. Banyak orang menyukai garam karena otak merespon sodium yang dikonsumsi serupa dengan zat seperti nikotin, sehingga dapat menimbulkan efek kecanduan. Namun, agar dapat hidup lebih sehat ada baiknya kita mulai mengurangi konsumsi garam sehari-hari dengan lebih banyak menambahkan bumbu masakan dari rempah alami, seperti bawang merah, bawang putih, dan kecap asin. Kaldu jamur atau yang biasa disebut totole ternyata dinilai lebih menyehatkan dibanding garam atau MSG.

Minyak

dok.freepik

Minyak sayur mengandung lemak tak jenuh ganda yang akan rusak jika terkena suhu tinggi. Jika lemak tersebut dikonsumsi, ha ini dapat menyebabkan masalah radikal bebas dan merusak tubuh. Minyak sayur dalam bentuk padat seperti margarin atau vegetable oil spread memiliki risiko yang lebih buruk, sebab proses pengolahannya dapat menghasilkan lemak trans yang bersifat merusak. Lemak trans akan masuk ke dalam membran sel tubuh lalu kemudian mengganti lemak sehat yang kita perlukan.

Untuk mengganti minyak sayur yang kita konsumsi sehari-hari, gunakanlah minyak kelapa untuk memasak. Untuk menghilangkan bau dan rasa kelapanya, Anda dapat membeli minyak kelapa yang telah melalui proses de-odorised. Selain minyak kelapa, minyak zaitun juga pilihan yang baik dan tergolong sebagai minyak yang sehat.  Hal lain yang dapat dilakukan untuk mengurangi konsumsi minyak sayur adalah dengan lebih sering memasak dengan cara dikukus dan dipanggang. (NP)