Glashka Pertahankan Regenerasi Seni Bordir Lewat Karya Khas dengan Hand Embroidery

Glashka menjadi brand modest fashion dengan kekuatan ciri khas detail hand embroidery pada setiap koleksinya. Berdiri pada tahun 2018, Glashka berhasil menciptakan warna tersendiri di dunia modest tanah air dengan menjual hasil karya bordir dari tangan pengrajin yang luar biasa.

Bermula hanya menjual hijab, pada tahun 2021 Glashka mulai mengembangkan produk berupa pakaian dan aksesoris seperti tas dan sepatu.

Image: Dok.Redaksi

Seni bordir manual merupakan salah satu karya rumit yang membutuhkan waktu dan keahlian yang tinggi. Proses penciptaannya membutuhkan beberapa tahapan, mulai dari proses design awal gambar lalu dipindahkan ke kertas karbon yang kemudian gambar ditransfer ke atas media kain, barulah proses bordir bisa dilakukan.

Image: Dok.Redaksi

“Glashka terbentuk dari hasil tangan pengrajin-pengrajin bordir yang kami berdayakan. Dari awal berdiri hingga saat ini, para pengrajin memiliki peran yang penting. Kami juga melihat perlunya regenarsi terhadap pengrajin bordir tradisional, karena rata-rata usianya sudah 40-tahun keatas. Untuk itu pentingnya memberdayakan generasi muda agar kembali tertarik pada seni bordir yang kami ciptakan pada setiap koleksi Glashka yang menjadi ciri khas brand itu sendiri,” jelas Ega Agustia selaku Founder Glashka saat acara launching Glashka Studio di Rumah Ayu Indonesia pada Kamis, (1/2).

Baca juga  Supermodel Paula Verhoeven Ikutan Citayam Fashion Week

Selanjutnya Ega mengucapkan rasa terima kasihnya pada Sarah Sofyan selaku Owner Rumah Ayu Indonesia karena selalu mendukung setiap langkah perjalanan Glashka sejak awal berdiri.

Image: Dok.Redaksi

“Rumah Ayu Indonesia telah membersamai perjalanan Glashka. Bukan suatu yang mudah sebagai wanitayang mempunyai mimpi untuk diwujudkan. Untuk itu ada beberapa peran yang dijalani sebagai wanita untuk terus berkesinambungan dengan value kita. Support dari orang sekitar juga sangat penting untuk Glashka Studio dan Rumah Ayu Indonesia. Semoga kedepannya semakin maju,” ujar Sarah Sofyan.

Baca juga  17 Desainer Indonesia Akan Menampilkan Karya di Front Row PARIS 2022
Image: Dok.Redaksi

Glashka Studio merupakan salah satu wadah kami untuk menuangkan segala bentuk harapan dan kreatifitas. “When creativity meets craftmanship” menjadi landasan kami membangun Glashka Studio. Di Glashka Studio kami juga membawa program “Zero Waste” , dimana kami memanfaatkan limbah produksi untuk dijadikan sepatu, ikat rambut, tas, dan lain- lain. Kami berharap dengan adanya Glashka Studio, kami dapat menciptakan lingkungan yang berkelanjutan baik bagi brand, para pengrajin dan seni bordir itu sendiri.

Translate »