Wapres KH Ma’ruf Amin Serukan Tindakan Atasi Krisis Iklim Dunia di KTT PBB

Menyerukan pentingnya kolaborasi dan kerja sama dalam menghadapi krisis iklim

6

Wapres KH Ma’ruf Amin hadir di acara Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perubahan Iklim PBB atau Conference of the Parties (COP) ke-27 yang digelar di Sharm El Sheikh International Convention Centre (SHICC), Mesir pada 8 November 2022.

Setibanya KH Ma’ruf Amin langsung disambut oleh Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi dan Sekjen PBB Antonio Guterres.

Dalam acara ini dihadiri delegasi oleh 110 negara dan KH Ma’ruf Amin mewakili Indonesia di pertemuan tersebut.

Pertemuan KTT COP27 yang diselenggarakan oleh Sharm El Sheikh mengusung tema bertajuk “Together for Implementation” dengan isu-isu prioritas yang dibahas mengenai adaptasi, kerugian dan kerusakan, finansial, mitigasi, Pasal 6 Perjanjan Paris, serta transparansi terkait perubahan iklim.

Dalam pertemuan KTT COP27, KH Ma’ruf Amin mengatakan bahwa dunia sedang menghadapi tiga krisis planet (triple planetary crisis). “Dunia tengah menghadapi triple planetary crisis perubahan iklim, polusi, dan hilangannya keragaman hayati. Ketiganya saling terkait dan sangat mendesak untuk diatasi dalam situasi krisis ini tidak ada hal lain selain bekerja sama,” ujarnya dikutip melalui Youtube Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres), Selasa (8/11/2022).

Selanjutnya terdapat beberapa pernyataan nasional (national statement), diantaranya menegaskan tiga hal penting yang harus dilakukan bersama negara-negara di dunia dalam mengatasi perubahan iklim.

Pertama, menegaskan bahwa KTT COP27 harus menjadi implementasi kesepakatan yang dihasilkan dari KTT sebelumnya. “COP 27 harus dimanfaatkan tidak hanya memajukan ambisi, tetapi juga implementasi termasuk pemenuhan dukungan dari negara maju ke negara berkembang,” lanjutnya.

Kedua, adanya implementasi kesepakatan tersebut hendaknya dilakukan sesuai dengan kapasitas dan keunggulan masing-masing negara. Kita semua harus menjadi bagian dari solusi. Semua negara harus berkontribusi sesuai dengan kapasitas masing-masing, dengan semangat burden-sharing (pembagian beban) bukan burden-shifting (pemindahan beban).

Ketiga, Indonesia akan terus mendorong pemulihan hijau serta aksi iklim yang kuat dan inklusif, serta memberikan perhatian pada penguatan aksi iklim.