Memasuki Oktober, Indonesia Berpotensi Diguyur Hujan Lebat

Beberapa daerah disertai hujan petir.

24

Pada Sabtu, 1 Oktober 2022, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan kota besar di Indonesia berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

Menurut siaran dari laman www.bmkg.go.id, situasi cuaca wilayah Sumatera diperkirakan dominan hujan dengan intensitas sedang, di antaranya di Kota Medan dan Tanjungpinang. Pekanbaru diperkirakan hujan dengan intensitas ringan. 

Masyarakat Pangkalpinang diimbau mewaspadai potensi hujan disertai petir, sementara wilayah Sumatra bagian selatan sebagian besar hujan dan disertai petir termasuk Padang, Jambi, Bengkulu, dan Palembang. Wilayah Bandar Lampung diperkirakan cenderung hujan dengan intensitas ringan. Situasi cuaca di Pulau Jawa diperkirakan sebagian besar diguyur hujan, seperti di Jakarta terdapat potensi hujan dengan intensitas ringan. 

Serang, Bandung dan Semarang diperkirakan terdapat potensi hujan dengan intensitas sedang. Yogyakarta terdapat potensi hujan dengan intensitas lebat. Masyarakat di Surabaya diimbau untuk mewaspadai potensi hujan disertai petir. 

Sebagian besar wilayah Bali hingga Nusa Tenggara diperkirakan terdapat potensi hujan dengan intensitas sedang, seperti di Denpasar, Mataram, dan Kupang. Pulau Kalimantan berpotensi hujan disertai petir, terutama di wilayah Pontianak, Banjarmasin dan Tanjung Selor. Wilayah Palangkaraya serta Samarinda diperkirakan terdapat potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang. 

Wilayah Pulau Sulawesi, Palu, dan Kendari diperkirakan cenderung cerah berawan hingga berawan, sedangkan wilayah Mamuju, Makassar, Gorontalo, dan Manado diprakirakan hujan dengan intensitas ringan. 

Situasi cuaca di ujung timur Indonesia, seperti wilayah Ternate, Ambon, dan Manokwari diperkirakan hujan dengan intensitas ringan. Jayapura dominan berawan. 

BMKG mendeteksi gangguan gelombang atmosfer di wilayah Pulau Jawa, Bali hingga Nusa Tenggara yang menyebabkan sirkulasi siklonik di perairan barat Sumatera. Situasi itu membentuk pertemuan angin di sepanjang wilayah Sumatra bagian Selatan, sebagian Pulau Jawa dan Kalimantan, hingga wilayah Sulawesi. 

Hal itu meningkatkan potensi hujan dengan intensitas yang cukup signifikan terutama di wilayah Sumatera Selatan, Pulau Jawa, sebagian besar Kalimantan, serta Sulawesi Utara.