Peresmian Perpustakaan Sekolah Dasar ke-56 di Kabupaten Nagekeo, Flores, NTT

Hasil kerja sama multi pihak antara Taman Bacaan Pelangi bersama Pemerintah Kabupaten Nagekeo

14

Taman Bacaan Pelangi sukses menjalin kerja sama multi pihak dengan Room to Read, Pemerintahan Kabupaten Nagekeo. Sebanyak 56 perpustakaan ramah anak di sekolah-sekolah dasar di Kabupaten Nagekeo, Flores, Nusa Tenggara Timur. Ke-56 perpustakaan sekolah tersebut diresmikan dalam kurun waktu dua minggu dari 19 September 2022 hingga 5 Oktober 2022.

Sebanyak 6.300 anak di Kabupaten Nagekeo kini bisa menikmasi perpustakaan ramah anak di sekolah mereka. Kerja sama muli pihak juga didukung oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, pihak sekolah, orang tua siswa, dan masyarakat desa, memberikan kontribusi finansial demi terciptanya perpustakaan ramah anak.

Selain pendirian perpustakaan di sekolah-sekolah, sebanyak 567 guru maupun kepala sekolah di 56 sekolah dasar tersebut juga mendapatkan pelatihan-pelatihan tentang sistem pengelolaan perpustakaan dan berbagai program literasi pengembangan kebiasaan membaca anak.

Image: Taman Bacaan Pelangi

Johanes Don Bosco Don, M.Kes. selaku Bupati Nagekeo, mengatakan ““Pendidikan adalah salah satu prioritas tertinggi Kabupaten Nagekeo. Pemerintah Kabupaten Nagekeo berterima kasih atas kontribusi dan kepedulian Taman Bacaan Pelangi dan Room to Read terhadap peningkatan minat baca anak-anak di daerah ini. Keberadaan perpustakaan ramah anak akan berdampak positif terhadap kemampuan literasi anak-anak di Nagekeo. Kami juga mengapresiasi pihak sekolah, orang tua siswa, dan masyarakat desa atas kerja samanya yang luar biasa. Semua ini kita lakukan demi peningkatan kualitas pendidikan anak-anak dan masa depan mereka,” tuturnya.

Ke-56 perpustakaan ramah anak yang tersebar di sekolah-sekolah dasar di enam kecamatan Nagekeo terletak di Kecamatan Aesesa, Aesesa Selatan, Boawae, Mauponggo, Nangaroro, Keo Tengah, dan Wolowae.

Nila Tanzil selaku Pendiri Taman Bacaan Pelangi, mengatakan “Kami berharap ke-56 perpustakaan ramah anak ini dapat menjadi contoh yang dapat diterapkan pula oleh sekolah-sekolah dasar lainnya, baik di Kabupaten Nagekeo maupun daerah-daerah lain di Indonesia,” ujarnya.