Pencarian Internet Pil Aborsi di AS Meningkat

Usai Putusan Mahkamah Agung AS Soal Roe v Wade

8

Studi yang dipublikasikan di JAMA Internal Medicine pada Rabu (29/6/2022), pencarian internet tentang obat aborsi melonjak 162% lebih tinggi dari yang diperkirakan. Peningkatan usai Mahkamah Agung Amerika Serikat (AS) membatalkan keputusan tahun 1973 Roe v Wade tentang hak konstitusional seorang wanita untuk aborsi dan melegalkannya secara nasional.

Keputusan itu memberikan kemenangan penting kepada Partai Republik dan konservatif agama yang ingin membatasi atau melarang aborsi.

Obat aborsi adalah metode untuk mengakhiri kehamilan dengan meminum dua pil. Peneliti dari Bryn Mawr dan University of California, San Diego mempelajari tren pencarian Google, termasuk kata-kata “pil aborsi” dan nama asli obat aborsi yaitu mifepristone/mifeprex, misoprostol/Cytotec. Mereka melihat data dari 1 Januari 2004, ketika Google mulai mengumpulkan informasi, hingga 8 Mei 2022.

Image : freepik

Dikutip dari CNN, usai putusan MA, jumlah terbesar pencarian Google untuk obat aborsi di AS terdapat sekitar 350.000 pencarian internet untuk minggu 1 Mei hingga 8 Mei 2022.

Sementara, negara bagian dengan undang-undang aborsi yang sangat ketat mengalami lonjakan penelusuran yang lebih besar. Nebraska memiliki lalu lintas pencarian kumulatif tertinggi dalam 72 jam setelah keputusan bocor, diikuti oleh Lowa dan Missouri.

Studi ini tidak dapat memastikan apakah seseorang hanya mencoba mengaborsi lewat pil atau sekadar edukasi soal pil aborsi. Jadi diduga hanya mengeksplorasi keamanan dan efektivitas obat-obatan ini serta, bagaimana cara mendapatkannya.

Ketertarikan yang meningkat pada obat aborsi pertanda banyak pasien yang mengambil langkah aborsi tanpa dokter. Jadi sangat penting informasi soal obat aborsi secara legal dan aman diakses secara online; termasuk konsultasi telemedicine dengan profesional perawatan kesehatan.

Minggu ini, Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS Sekretaris Xavier Becerra berjanji untuk melindungi akses ke perawatan kesehatan reproduksi, termasuk langkah-langkah yang mungkin untuk meningkatkan akses ke obat aborsi.