3 Produk Singapura yang Jadi Langganan Pasar Global

Ada balsem, fashion, dan cokelat

163

Negara di lepas ujung selatan Semenanjung Malaya ini menjadi basis untuk membangun wawasan konsumen, berinovasi, dan mengkomersilkan solusi untuk kawasan dan sekitarnya.

 Dari perusahaan multinasional besar dunia hingga perusahaan rintisan dengan pertumbuhan tercepat, Singapura terus menjadi mitra pilihan untuk berbisnis.

Adapun berbagai produk terkenal di dunia menjajaki kerja sama dengan Singapura. Meski begitu, Singapura tidak ingin kalah saing dengan brand lokal mereka yang juga mendunia. Berikut di antaranya:

 

  1. Tiger Balm

    Image: tigerbalm.com

Lebih dari 100 tahun Tiger Balm sukses di 100 negara. Produk balsem ini telah dipercaya dari generasi ke generasi. Balsem ini diklaim dapat meredakan penyakit mulai dari sakit kepala dan pilek, hingga nyeri otot dan nyeri tubuh lainnya.

Perusahaan ini didirikan oleh Aw Boon Par dan Aw Boon Haw di awal 1900-an. Dimana, Tiger Balm pertama kali diformulasikan oleh ayah mereka. Hingga sukses besar di Malaysia, Hong Kong dan sebagian Cina.

Pada 1980-an, merek tersebut, di bawah manajemen raja perbankan Mr Wee Cho Yaw, berkembang ke negara-negara barat. Dalam dekade berikutnya, dukungan strategis oleh atlet Amerika membantu Tiger Balm mencakup pasar global.

 

Image: charleskeith.co.id

2. Charles & Keith

Sejak diluncurkan pada tahun 1996, label alas kaki dan aksesori wanita Charles & Keith dengan cepat mendapatkan reputasi di kalangan pembeli lokal karena desainnya yang modern, mewah, dan harga terjangkau. Brand ini memulainya dari Asia Tenggara pada tahun 2000, Timur Tengah, Mesir, Turki, Australia, Jepang, dan Cina di tahun 2004. Pada 2013, ada hampir 400 toko Charles & Keith di luar negeri. Saat ini, mereka memiliki sekitar 590 toko di 34 negara.

Pada tahun 2004, merek progresif ini juga merupakan merek fesyen Singapura pertama yang meluncurkan situs web e-commerce – sumber pertumbuhan bisnis lainnya – untuk menawarkan alas kaki ke pasar yang belum memiliki kehadiran ritel.

Setelah L Capital Asia, dana ekuitas swasta Louis Vuitton Moet Hennessy (LVMH) mengakuisisi 20% saham senilai S$30 juta pada tahun 2011, Charles & Keith membuat terobosan lebih lanjut ke China, India, Amerika Serikat dan Eropa Barat. Pada tahun-tahun setelahnya, Charles & Keith telah terlihat di selebritas dan fashionista di pekan mode bergengsi dunia.

3. Aalst Chocolate

Image : aalstchocolate.com

Aalst Chocolate adalah pemasok cokelat halus pertama di Singapura. Dengan demikian, pembuatnya menawarkan berbagai macam cokelat dengan harga dan kualitas yang berbeda untuk disesuaikan dengan pemain F&B dan konsumen umum.

Konsistensi resepnya tak perlu diragukan lagi, cokelat dengan kualitas yang bahan premium dan mengantongi banyak penghargaan ajang makanan di dunia.