Fenomena Pamer Harta di Media Sosial Kian Marak, Ini Nasihat dari Rasulullah

Jangan ditiru, ya!

44

Bagai dua sisi mata pisau, media sosial bermanfaat untuk saling memberikan informasi, namun di sisi lain, media sosial juga bisa menjadi ajang pamer harta (flexing). Terlebih, istilah crazy rich kian populer setelah para selebritas, selebgram, Youtuber, influencer, dan pengusaha seolah sedang berlomba-lomba menunjukkan betapa banyak harta yang dimilikinya.

Mereka gemar menggunggah foto rumah mewah, tumpukan uang, memamerkan kendaraan mahal, bahkan hingga mengungkapkan total harta kekayaan. Lantas, bagaimana pandangan Islam dalam menanggapi fenomena ini?

Ajaran Islam menekankan kepada umat Muslim untuk tidak bersikap berlebih-lebihan, apalagi saat memamerkan harta. Sebab dalam tinjauan Islam, perbuatan itu termasuk ria.

Ria atau pamer merupakan suatu perbuatan untuk memperlihatkan sesuatu berupa barang atau perbuatan baik dengan maksud agar dilihat orang lain guna mendapatkan pujian. Bahkan, ria tergolong ke dalam dosa besar, karena termasuk syirik kecil.

Rasulullah saw bersabda, “Maukah kamu kuberitahu tentang sesuatu yang menurutku lebih aku khawatirkan terhadap kalian daripada (fitnah) Al masih Ad Dajjal? Para sahabat berkata, “Tentu saja”. Beliau bersabda, “Syirik khafi (yang tersembunyi), yaitu ketika seseorang berdiri mengerjakan shalat, dia perbagus shalatnya karena mengetahui ada orang lain yang memperhatikannya.” (HR. Ahmad).

Selain itu, ria dapat membatalkan segala amalan ibadah. Hal itu sebab, niat untuk melakukan sesuatu perbuatan bukan semata karena keikhlasan kepada Allah, melainkan untuk mendapatkan pujian atau bermaksud untuk menyakiti hati orang lain.

Rasulullah saw. berpesan agar setiap manusia tidak terlalu berbangga-bangga diri. Alangkah baiknya, senantiasa mengerjakan segala amal ibadah sebagai bekal untuk kehidupan di akhirat nanti.

 “Yang akan mengiringi mayit (hingga ke kubur) ada tiga. Yang dua akan kembali, sedangkan yang satu akan menemaninya. Yang mengiringinya tadi adalah keluarga, harta, dan amalnya. Keluarga dan hartanya akan kembali. Sedangkan yang tetap menemani hanyalah amalnya.” (HR. Bukhari).

Ria merupakan perbuatan orang munafik, sebab itulah kita harus selalu mendekatkan diri kepada Allah dan menjauhkan diri dari segala sanjungan.