Hukum Percaya Ramalan dalam Islam

Kekhawatiran akan masa depan sering kali menuntun manusia untuk mempercayai ramalan, baik itu secara sadar atau tidak sadar. Ramalan adalah perkirakan atau prediksi tentang apa yang akan terjadi di masa depan menurut pendapat atau perkiraan manusia.

image: freepik.com

Namun untuk mengetahui hukum ramalan menurut pandangan islam, kita perlu menelaah lebih detail jenis-jenis ramalan terlebih dahulu, Scarflover. Supaya tidak ada umat islam yang yang terjebak dalam ramalan yang menyesatkan dan mengakibatkan kesyirikan.

Melansir dari dalamislam.com, ramalan terbagi terdiri dari 2 jenis:

1. Ramalan ilmiah

Ramalan ilmiah adalah ramalan yang berasal dari perkiraan yang berbasiskan ilmu pengetahuan atau keilmiahan. Ramalan seperti ini, masih diperbolehkan dan tidak diharamkan, ya, Scarflover.

Allah sendiri memberikan perintah untuk mengikuti pengetahuan bukan hawa nafsu, “Tetapi orang-orang yang zalim, mengikuti hawa nafsunya tanpa ilmu pengetahuan; maka siapakah yang akan menunjuki orang yang telah disesatkan Allah? Dan tiadalah bagi mereka seorang penolongpun.” (QS Ar-Rum :29)

Contoh dari ramalan ilmiah, diantaranya:

  • Prediksi kelahiran bayi
  • Prediksi kondisi kesehatan
  • Prediksi datangnya bencana alam

2. Ramalan Berasal Dari Jin atau Tanpa Dasar

Hal ini merujuk pada penjelasan dalam Al-Quran QS Jin: 8-10, “Dan sesungguhnya kami telah mencoba mengetahui rahasia langit, maka kami mendapatinya penuh dengan penjagaan yang kuat dan lontaran api. Dan sesungguhnya kami dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mendengar-dengarkan berita-beritanya. Tetapi sekarang barangsiapa yang mencoba mendengar-dengarkan seperti itu tentu akan menjumpai lontaran api yang mengintai untuk membakarnya. Dan sungguh dengan adanya penjagaan tersebut kami tidak mengetahui apakah keburukan yang dikehendaki bagi orang yang di bumi ataukah Rabb mereka menghendaki kebaikan bagi mereka.

Merpercayai jin atau orang pintar yang menggunakan ilmu hitam untuk mengetahui masa depan dari jin adalah hal yang sesat dan mendekatkan kepada kesyirikan.

Contoh ramalan dari jin, dukun atau orang pintar, diantaranya:

  • Ramalan bintang atau zodiak
  • Ramalan kematian
  • Ramalan jodoh

Salah satu cara yang menjauhkan diri dari mempercayai ramalan adalah dengan selalu berikhtiar dan bertawaqal kepada Allah SWT dalam segala urusan. Karena tidak ada yang bisa memastikan atau menentukan kondisi masa depan kecuali hanya kekuasaan Allah SWT.

 

(NAR)