Air Rebusan Mie Instan Lebih Baik Dibuang atau Tidak?

Ketahui Faktanya!

28

Siapa yang tidak mengenal makanan favorit orang Indonesia satu ini? Yap, mie instan! Semua kalangan pasti sudah akrab dengan mie instan, baik anak-anak, remaja, dan juga orang dewasa.

Nah, umumnya saat membuat mie instan, orang lebih memilih menggunakan air rebusannya untuk menjadi kuah yang akan dikonsumsi. Selain praktis karena tidak perlu menggantinya, banyak yang mengatakan bahwa air rebusan itulah yang membuat mie instan tambah enak.

image: instagram.com/indomie

Disisi lain ada yang beranggapan bahwa dibalik kelezatan dan kepopulerannya, mie instan merupakan panganan yang bahaya untuk dikonsumsi apalagi air rebusannya, sehingga harus dibuang dan diganti. Banyak rumor beredar menyebutkan kalau air rebusan mie instan berbahaya dan tak boleh dikonsumsi. Hal ini lantaran adanya kandungan lilin di dalam mie yang larut dalam air ketika dimasak, sehingga dianggap tidak sehat.

Tapi benarkah air rebusan mie instan berbahaya dan harus dibuang?

Dilansir pada laman kominfo.go.id, dijelaskan bahwa rumor yang beredar terkait bahaya air rebusan mie instan tersebut termasuk dalam kategori disinformasi. Faktanya menurut beberapa ahli, mengganti rebusan mie instan tidak lah diperlukan, karena di dalam mie instan terdapat beberapa vitamin.

Adapun salah satu vitamin yang ada adalah asam folat yang terkandung di dalam tepung terigu sehingga baik untuk tubuh. Asam folat tersebut larut dalam air, sehingga apabila air rebusan dibuang, asam folat tersebut akan ikut terbuang.

Bila Anda tengok informasi nilai gizi pada kemasan mie instan pun terdapat beberapa vitamin dalam mi instan, mulai dari vitamin A, B1, B6, dan B12. Selain itu, terdapat pula kandungan niasin, asam pantotenat, dan zat besi yang terkandung di dalamnya.

Sejalan dengan Kominfo, dalam webnya, Kementerian Kesehatan pun telah menanggapi isu kandungan lilin dalam mie instan. Seorang nutrisionis, Jansen Ongko, MSc, Rd., mengungkapkan bahwa isu tersebut tidaklah benar, sebab produsen mie instan menggunakan teknik lain yang dapat membuat mie tetap awet dan kering, namun mengembang saat dimasak.

Sementara itu pakar kesehatan gizi klinis dr. Nany Leksokumoro, MS, SpGK., menjelaskan bahwa air rebusan mie tidak berbahaya untuk dikonsumsi. Hanya saja kadar lemaknya dapat berkurang ketika mengganti mie instan dengan kuah baru.

Meski mie instan dan air rebusannya aman dikonsumsi, Scarflover harus tetap memperhatikan kebutuhan gizi harian Anda. Sebab mengonsumsi mie instan menjadi berbahaya bila jadi kecanduan, terlalu sering, dan terlalu banyak. Karena itu, biasakan baca label dan pahami kebutuhan tubuh Jangan sampai terlalu sering mengonsumsi mie instan justru menyebabkan timbulnya beberapa masalah kesehatan seperti pencetus obesitas hingga gangguan gizi terutama pada tumbuh kembang anak.
(CD)