Jangan Sembarangan! Begini Aturan Pakai Masker 2 Lapis yang Benar!

155

Kemunculan varian baru dari virus corona mengharuskan kita untuk lebih waspada akan penyebarannya yang semakin hari dinilai semakin mudah dan cepat penularannya. Virus corona varian delta ini dinilai dapat menyebar dalam hitungan detik saat berpapasan, untuk itu alangkah baiknya Scarflover menghindari kerumunan agar terhindar dari paparan virus mematikan ini. 

image: pexels

Menurut Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit AS (CDC, Centers for Disease Control and Prevention), salah satu cara yang dianggap paling efektif untuk mencegah penularan varian Delta adalah dengan menggunakan masker 2 lapis atau double masking karena dianggap mampu menurunkan risiko penularan Covid-19 hingga 90%. 

Memakai masker dengan cara ini juga punya aturannya. Masker medis memiliki tingkat efisiensi filtrasi (FFE, Fitted Filtration Efficiency) sebesar 43-62%. Namun jika didouble dengan masker kain, tingkat efisiensi filtrasinya meningkat hingga 66-81%.

Perlu diperhatikan, double masking  tidak berlaku pada masker jenis KN95 dikarenakan tingkat efisiensi filtrasi mencapai 95%. Melayer masker KN95 dengan masker lain justru akan mengganggu kemampuan filtrasi masker, tegas Juru bicara Satgas COVID-19, Prof Wiku Adisasmito dalam siaran langsung oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Kamis (18/2/2021). 

Berikut detail tingkat Efisiensi Filtrasi (FFE) masker menurut Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit AS (CDC):

1. Masker kain tunggal:  41-44%

2. Masker medis tunggal: 43-62%

3. Masker medis ganda: 55-66%

4.Masker kain lapisan pertama + masker medis lapisan kedua: 55-60%

5. Masker medis lapisan pertama + masker kain lapisan kedua: 66-81%

6. Masker KN95: 95%

Scarflover dapat menggunakan masker 2 lapis dengan benar yaitu memakai masker medis pada lapisan pertama dan masker kain pada lapisan kedua. Sesuai dengan yang dipaparkan CDC, cara ini mampu memfiltrasi serta melindungi kita dari paparan virus corona sebesar 66-81%.

Meskipun menggandakan masker dianggap efektif, namun tidak menutup kemungkinan terjadi penularan. Oleh karena itu, masyarakat dihimbau untuk waspada dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. 

(NAR)