Apakah Siulan Termasuk Tindakan Pelecehan?

57

Scarflover pernah gak secara mengejutkan mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan ketika melewati sekelompok laki-laki yang berkumpul, terlebih saat sedang sendiri? Gimana perasaannya? Pasti risih dong!

Berangkat dari beberapa fenonena mengenai pelecehan seksual yang terus mengguncang pemberitaan, penting untuk Anda memahami bahwa tindakan pelecehan dalam level sekecil apapun adalah hal yang tidak bisa disepelekan. Salah satu bentuk pelecehan yang kerap terjadi di ruang publik adalah pelecehan seksual berupa siulan.

Image by Pete Linforth from Pixabay

Siulan atau komentar yang bersifat seksual dari seorang laki-laki kepada perempuan ini mungkin  populer dengan istilah catcalling. Umumnya para catcaller berpikir bahwa tindakan catcalling yang dilakukan seperti “cantik, mau kemana?” atau “neng, manis banget” adalah sebuah bentuk pujian. Namun, alih-alih membuat hati senang, pujian itu justru menimbulkan ketidaknyamanan bagi para perempuan, bahkan hal ini bisa menimbulkan trauma.

Seseorang yang belum mengalami terkadang memang sulit mengerti betapa tidak menyenangkannya mendapatkan siulan.  Ditambah, masih banyaknya pola pikir yang menormalisasi hal tersebut dengan menganggapnya sebuah kewajaran. Padahal tidak jarang pelecehan yang berawal dari sekadar siulan itu bisa berubah jadi hal yang lebih besar.  Itulah kenapa pelecehan semakin marak terjadi di sekitar. Minimnya pengetahuan tentang berbagai bentuk kekerasan membuat pelecehan seksual terasa terabaikan dan disepelekan.

Lalu, apa sih sebenarnya pelecehan seksual itu?

Berdasarkan laporan Komnas Perempuan, setidaknya ada 15 bentuk kekerasan seksual yang kerap terjadi, pelecehan seksual merupakan salah satunya. Lebih lanjut, dijelaskan bahwa pelecehan seksual adalah tindakan seksual lewat sentuhan fisik maupun non-fisik dengan sasaran organ seksual atau seksualitas korban. Hal ini termasuk siulan, main mata, ucapan bernuansa seksual, mempertunjukan materi pornografi dan keinginan seksual, colekan atau sentuhan di bagian tubuh, gerakan atau isyarat yang bersifat seksual sehingga mengakibatkan rasa tidak nyaman, tersinggung, merasa direndahkan martabatnya, dan mungkin sampai menyebabkan masalah kesehatan dan keselamatan.

Nah, sudah jelas bukan? Bahwa siulan juga termasuk tindakan pelecehan yang tidak bisa disepelekan dan harus Scarflover waspadai. Perlu di ingat bahwa pelecehan seksual bisa terjadi di semua tempat, baik itu di jalan, di kantor, di mall, di bioskop, bahkan di berbagai moda transportasi. Untuk berjaga-jaga berikut beberapa hal yang bisa Anda lakukan ketika menerima siulan atau catcalling:

  1. Percepat langkah dan teruslah berjalan. Kalau pelaku catcalling berkerumun sebaiknya Anda datangi keramaian agar lebih aman.
  2. Beri tatapan mata tegas pada pelaku, sebagai isyarat agar pelaku tidak berani macam-macam lagi.
  3. Beranikan untuk menegur pelaku jika situasi ramai, misalnya “Tolong dong dijaga ucapannya!”
  4. Pura-pura sibuk menelepon untuk mengalihkan perhatian.
  5. Meminta bantuan orang sekitar kalau pelaku catcalling masih mengganggu.

 

(CD)