Ternyata Ini Alasan Ruam Pada Bayi

18

Anak bayi seringkali mengalami ruam-ruam merah yang biasa ditemukan di area-area tertentu. Seringkali diakibatkan karena popok yang basah atau jarang diganti, sensitivitas kulit, dan lecet.

Akan tetapi, meski tidak mengalami masalah pada popok, bayi memang sering mengalami ruam-ruam merah. Masalah satu ini tentu membuat orang tua khawatir dan juga mengganggu bayi. Namun biasanya tak akan berlangsung lama bila menggunakan perawatan yang tepat di rumah.

Seperti yang dilansir dari Mayoclinic, ruam popok ditandai dengan adanya tanda merah pada area-area penggunaan popok seperti pantat, paha, serta alam kelamin.

Perhatikan pula perubahan pada disposisi bayi. Jika bayi Anda tampak lebih tidak nyaman dari biasanya, terutama saat mengganti popok. Bayi yang mengalami ruam popok sering kali rewel atau menangis saat area popok dicuci atau disentuh.

Adapun gejala-gejala lainnya seperti kulit sensitif, lecet, iritasi, infeksi bakteri atau jamur, hingga bahkan pengenalan makanan baru pada anak. Beberapa anak tentu memiliki kondisi yang berbeda, jadi tak boleh disamakan.

Photo by Polina Tankilevitch from Pexels

Hal penting yang perlu diketahui adalah, mencegah lebih baik daripada mengobati. Untuk itu, penting untuk Anda selalu melakukan pencegahan-pencegahan terbaik yang agar anak terhindari dari ruam.

  1. Ganti popok sesering mungkin. Segera lepas popok yang sudahbasah atau kotor. Jangan biarkan anak menggunakan popok kotor berlama-lama.
  2. Bilas pantat bayi Anda dengan air hangat saat sedang mengganti popok. Anda dapat menggunakan wastafel, bak mandi, atau botol air. Kain lap lembap, bola kapas, dan tisu bayi dapat membantu Anda untuk membersihkan kulit, tetapi berhati-hatilah. Jangan gunakan tisu dengan alkohol atau pewangi. Jika Anda ingin menggunakan sabun, pilih jenis yang lembut dan bebas pewangi.
  3. Tepuk-tepuk kulit dengan lembut menggunakan handuk bersih atau biarkan mengering. Jangan menggosok pantat bayi karena akan menyebabkan iritasi pada kulit.
  4. Jangan terlalu mengencangkan popok. Popok yang ketat mencegah aliran udara ke daerah popok, sehingga menyebabkan lembab dan muncul ruam. Popok yang ketat juga bisa menyebabkan lecet di pinggang atau paha.
  5. Jika memungkinkan, biarkan bayi Anda lebih leluasa tanpa popok. Menggunakan popo terlalu sering akan membuat kulit bayi jadi lebih lembab dan lama kelamaan iritasi. Apalagi bila tidak dirawat dengan baik.
  6. Jika bayi Anda sering mengalami ruam, oleskan salep pelindung setiap kali mengganti popok untuk mencegah iritasi kulit. Petroleum jelly dan zinc oxide adalah bahan yang terbukti ampuh untuk mengatasi ruam popok.
  7. Setelah mengganti popok, cuci tangan Anda dengan baik. Mencuci tangan dapat mencegah penyebaran bakteri atau jamur ke bagian lain tubuh bayi lainnya.

Jika ruam tidak kunjung membaik saat sudah diberikan perawatan rumahan, meski muncul darah, anak jadi demam, atau hal-hal mengkhawatirkan lainnya, Anda bisa segera konsultasikan pada dokter anak. Bisa jadi ada penyebab lain dari masalah ruam tersebut.

(AA)