Mengapa Awak KRI-Nanggala-402 Tak Keluar Selamatkan Diri Saat Tenggelam?

11

Duka mendalam sedang menyelimuti kita semua karena telah kehilangan pemuda-pemuda hebat Indonesia. Khususnya juga pada para keluarga korban yang ditinggalkan akibat peristiwa KRI-Nanggala-402 yang terjadi pada 21 April 2021.

Berdasarkan bukti-bukti otentik, peristiwa yang tidak disangka ini diumumkan melalui Konferensi Press yang disampaikan oleh Marsekal Hadi Tjahjanto, selaku Panglima TNI.

“berdasarkan bukti-bukti otentik tersebut, dapat dinyatakan bahwa TNI-Nanggala 402 telah tenggelam dan seluruh awaknya telah gugur” Ucap Panglima TNI pada Minggu 25  April 2021.

Dari peristiwa yang terjadi, sebagian dari kita sebagai orang awam mungkin bertanya-tanya. Mengapa seluruh awak KRI-Nanggala-402 tidak keluar untuk menyelamatkan diri saat tenggelam dan berenang menuju permukaan laut? Ternyata tidak semudah itu Scarf Lover.

Image: Foto oleh Enrico Smeraldi dari Pexels

Perlu diketahui bahwa, kapal selam KRI- Nanggala 402 ini dinyatakan tenggelam pada kedalaman 838 meter saat melaksanakan tugas di perairan Utara Bali.

“Prajurit-prajurit terbaik di kencana telah gugur. Saat melaksanakan tugas di perairan Utara Bali” ujar Marsekal Hadi Tjahjanto selaku Panglima TNI pada Conference Press.

Melihat kondisi kedalaman laut tersebut, tentu tidak mudah untuk keluar menyelamatkan diri dari kapal selam. Sehingga kemungkinannya sangat kecil.

“ya dari, kondisi kapal selam pada kedalaman 838 meter seperti ini, sangat kecil kemungkinan untuk keluar atau KRI-Nanggala dapat diselamatkan” Ujar Laksamana TNI Yudo Margono selaku Kepala Staf TNI Angkatan Laut.

Secara logika, apabila awak kapal membuka pintu kapal selam dalam kedalam tersebut, air akan masuk dan membanjiri isi kapal dalam hitungan detik.

Melansir dari kompas.com, schmidt Ocean Institute menyatakan air di kedalaman 850 meter tidak seperti yang kita rasakan di kolam renang.

Tekanan hidrostatis air meningkat sebanyak 1 atm setiap kedalaman 10 meter. Jika tekananan di udara adalah 1 atm, maka tekanan di kedalaman 850 meter adalah 85 atm. sedangkan manusia hanya bisa bertahan pada tekanan sekitar 3 hingga 4 atm.

Berenang dengan kedalaman air laut pada 850 meter adalah hal yang tidak mungkin bagi manusia. Karena yang sudah dijelaskan sebelumnya. Manusia hanya mampu bertahan pada tekanan sekitar 3 hingga 4 atm.

Apalagi bila, para awak membuka pintu kapal selam dan berusaha mencoba keluar. Pasti air langsung masuk dan kurang dari hitungan detik dapat menyebabkan kerusahakan lain pada organ manusia. Seperti gendang telinga akan pecah, paru-paru akan termampatkan, dan diikuti pembuluh darah dan organ seluruh tubuh akan ikut hancur tak berdaya.

Sehingga membuka pintu untuk berenang menyelamatkan diri keluar kapal selam merupakan hal yang mustahil pada kedalaman laut 700 hingga 850 meter. Kecuali bila kapal selam tersebut masih berada di kedalaman dangkal.

(TS)