Dukung Gerakan Mencintai Bumi, Sejauh Mata Memandang Gelar Pameran “Bumi Rumah Kita”

34

Permasalahan sampah dianggap menjadi topik menarik sebagai diskusi rutin. Sebab keberadaan sampah yang kian menumpuk serasa belum menemukan titik terang.

Meskipun berbagai kampanye disemarakkan namun pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat diikuti pola konsumsi yang tidak benar adalah rekayasa belaka. Pentingnya keterlibatan masyarakat untuk menciptakan bumi yang lebih ramah lingkungan. Bumi semakin tua sudah sepatutnya membuka mata dengan melihat situasi darurat jumlah sampah yang tahun ke tahun semakin menimbun. 

Untuk itu, Inisiatif Sejauh Mata Memandang (SMM) ingin berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kondisi sampah, khususnya sampah tekstil, ditunjukkan dalam pameran dengan tajuk “Bumi Rumah Kita”. Pameran digelar di Senayan City Lantai 1, Jakarta Pusat dari 29 April – 1 Agustus ini 2021. 

Dengan adanya pameran ini berharap segenap masyarakat yang terlibat bisa bersama-sama mengubah perilaku, menciptakan ekosistem, dan menjadi komunitas yang ramah lingkungan melalui 4 prinsip  yaitu, kurangi, gunakan kembali, daur ulang, dan terbarukan. 

Image: Dok. Scarf Media Konferensi Pers Pameran “Bumi Rumah Kita” Sejauh Mata Memandang, Kamis (06/05/2021)

“Perhatian khusus yang memicu Sejauh Mata Memandang untuk terus berkarya, salah satunya adalah fakta menyedihkan mengenai keadaan bumi yang kini darurat sampah, khususnya Indonesia dengan timbunan sampah per tahun yang mencapai 13 juta ton. Ditambah lagi, dari banyaknya timbunan sampah setiap tahunnya, sebesar 46% sampah ternyata masih tidak terkelola. Oleh karena itu, kami secara konsisten menggelar berbagai inisiatif yang memungkinkan setiap orang untuk berpartisipasi dalam pengelolaan sampah yang bertanggung jawab sekaligus dapat menyelamatkan bumi,” ungkap Chitra Subyakto, Pendiri dan Direktur Kreatif SMM.

Pameran berikut turut bekerja sama dengan Senayan City, Felix Tjahyadi selaku konseptor, dan didukung oleh Taco, Wardah, Mata Studio, Lynx Films, Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik (GIDKP), Rekosistem, Magnifique, Davy Linggar, Syah Establishment, dan Greenpeace sebagai NGO partner. 

Image: Dok. Sejauh Mata Memandang

Pameran Bumi Rumah Kita merupakan implikasi dari tekad SMM untuk berkontribusi dalam membuat dunia lebih ramah lingkungan. Selama pameran berlangsung SMM menyediakan area dropbox, dimana setiap pengunjung dapat memasukan sampah seperti styrofoam, kantong plastik, bubble wrap, botol plastik (pet), sachet, sampah kertas bekas (majalah,koran, buku, kardus), kemasan kaleng, makanan kaleng, alumunium, sampah produk kecantikan, dan sampah tekstil untuk upcycle dan recycle.

Jaclyn Halim, GM Leasing & Marketing Communications Senayan City mengatakan bahwa Senayan City senang dapat kembali berkolaborasi dengan Sejauh Mata Memandang. Program yang diadakan oleh Sejauh Mata Memandang dalam Pameran Bumi Rumah Kita sejalan dengan #SCCONSCIOUS, sebuah kampanye yang dijalankan oleh Senayan City untuk terus mengedukasi masyarakat untuk meningkatkan kesadaran akan lingkungan melalui gaya hidup yang lebih baik. Secara konsisten, Senayan City telah menghimbau untuk pengunjung mengurangi penggunaan plastik dengan membawa shopping bag ketika berbelanja. Karena sekecil apapun aksi kita, pasti akan ada perubahan lebih baik di kemudian hari.

SMM juga berkolaborasi bersama generasi muda Indonesia untuk menciptakan inovasi dari pengolahan sampah, antara lain:

  1. Rekosistem sebagai partner dalam mendistribusikan dan mengolah sampah yang terkumpul pada pameran Bumi Rumah Kita, masyarakat juga dapat melakukan partisipasinya dengan mengirimkan langsung sampah anorganiknya dengan menggunakan aplikasi Rekosistem agar nantinya dapat didaur ulang.
  2. Rebricks juga berkontribusi dengan menciptakan inovasi dalam mendaur ulang sampah sachet menjadi paving block.
  3. Mortier mendaur ulang tutup botol menjadi meja, rumah rio, rumah tanaman, dan kursi.
  4. Alvin T yang mendayagunakan ulang sampah tekstil dan kayu bekas menjadi furniture baru.
  5. Setali mendayagunakan ulang sampah tekstil menjadi karpet anyam.
  6. Pable yang mendaur ulang sampah tekstil menjadi bahan baru

Daur ulang sampah tekstil sebagai hasil limbah industri fashion menjadi perhatian khusus bagi SMM. Seperti yang diungkapkan Chitra bahwa Sejauh Mata Memandang sebagai label mode kami memiliki perhatian penuh terhadap lingkungan. Setiap pembelian satu baju dari Sejauh Mata Memandang, konsumen telah berkontribusi membantu menyelamatkan lingkungan dengan ikut menanam 1 pohon di Hutan Lindung Leuser, Aceh. 

Koleksi Daur meliputi jenis produk yang cukup beragam, seperti selop, tas serbaguna, bantal, masker kain, topi, dan koleksi pakaian daur. Selain itu, SMM juga menghadirkan Bingkisan Hari Raya yang meliputi Bingkisan Raya, Bingkisan Fitri, dan Sayang Sandang Sayang Alam. Setiap bingkisannya mengajak pecinta Sejauh untuk semakin bijak dalam mengkonsumsi produk, khususnya produk fesyen berkelanjutan yang diharapkan dapat mengurangi limbah tekstil.

“Cita-cita SMM dalam membuat bumi pulih perlahan dari darurat sampah, akan terus kami perjuangkan. Melalui konsep fesyen berkelanjutan yang kami jalankan, kami juga terus tiada henti mengajak masyarakat untuk mulai menggunakan produk-produk ramah lingkungan dan membuka langkah awal konsumen Indonesia untuk memulai gaya hidup berkelanjutan” pungkas Chitra. 

(BR)