3 Hal yang Sering Diabaikan Ketika Menghilangkan Stres

110

Di dalam hidup, tentunya pemicu berbagai rasa berdaya sering menghampiri. Dengan berbagai peristiwa selama setahun terakhir, kendali atas berbagai elemen kehidupan telah dilewati, ada yang membuat Anda merasa frustrasi, takut, dan tidak yakin tentang masa depan.

Dari ketidakberdayaan ini, mudah untuk jatuh ke dalam perangkap perasaan seolah-olah hanya ada sedikit yang dapat Anda lakukan untuk mendapatkan kembali pijakan Anda dan mengatasi stres. Namun, hal itu tidaklah selalu benar.

Mari lihat sisi baiknya: Anda semua dapat meningkatkan energi dan menghilangkan stres hanya dengan mengubah beberapa kebiasaan penting.

Dilansir dari lifehack.org, ketika semuanya terasa di luar kendali, berikut adalah 3 area yang sering diabaikan di mana Anda dapat mengontrol dan melenyapkan penyebab umum stres yang menghabiskan energi Anda. Masing-masing terbukti secara langsung menambah stres dan menguras energi saat diabaikan, tetapi meningkatkan energi dan menghilangkan stres bila dikelola secara proaktif.

1. Rahasia Kualitas Tidur

Image: unsplash

Anda mungkin sangat menyadari bagaimana stres mengganggu atau menghalangi istirahat malam Anday. Frustrasi atas apa yang terjadi di hari itu atau kecemasan tentang apa yang akan datang esok hari adalah penghalang umum untuk mendapatkan kualitas tidur yang cukup.  Penelitian telah menunjukkan bahwa kurang tidur sekalipun memiliki efek signifikan pada suasana hati. Satu studi menemukan bahwa subjek yang dibatasi tidur 4,5 jam semalam selama satu minggu melaporkan merasa lebih stres, marah, sedih, dan kelelahan mental. Mereka juga menyebutkan peningkatan dramatis dalam suasana hati setelah kembali ke tidur normal. Selain gejala yang berhubungan langsung dengan suasana hati ini, kurang tidur dapat menyebabkan fokus yang kacau, kelelahan, dan gangguan pemrosesan informasi. 

Berikut dua tip sederhana untuk membantu Anda tidur lebih nyenyak malam ini:

  • Matikan semua layar gadget setidaknya satu jam sebelum pergi tidur untuk mengirim sinyal ke otak Anda bahwa sudah waktunya tidur dan tenangkan pikiran Anda ke dalam relaksasi mengantuk.
  • Bersikaplah sungguh-sungguh dengan ritual tidur Anda yang menenangkan. Alih-alih menghabiskan waktu tanpa berpikir beberapa jam sebelum Anda berbalik, fokuslah pada aktivitas yang terasa menenangkan dan memelihara seperti pijatan kaki atau beberapa pose yoga yang lembut.

2. Fokus pada Makanan Sehat

Image: unsplash

Kata “malnutrisi” umumnya dikaitkan dengan kekurangan pangan terkait kemiskinan. Namun, dalam dunia medis, awalan “mal-” juga didefinisikan sebagai “cacat”. Dengan memperluas pemahaman Anda tentang istilah ini, Anda dapat melihat bahwa kekurangan gizi dapat terjadi pada orang-orang dari status sosial ekonomi apa pun. Budaya hiruk pikuk yang didukung oleh dunia industri telah menciptakan banyak sekali pilihan makanan cepat saji dan kurang bergizi. Dalam hal ini, karena kesibukan, Anda siap mengorbankan kebutuhan gizi demi menghemat waktu dan uang Anda. anda tertarik pada makanan penghibur yang tidak sehat dalam upaya untuk menenangkan diri sendiri — namun makanan yang cepat saji ini hanya membuat Anda merasa lebih stres dan lelah.

Berhati-hatilah dengan asupan makanan yang diproses, dan nikmati manfaat hanya dengan menambahkan beberapa makanan dan minuman penghilang stres dan berenergi ke dalam rutinitas harian Anda. Air, teh hijau, kacang Brazil, ubi jalar, bayam bayi segar, nasi merah, alpukat, oatmeal, pisang, salmon, daging sapi tanpa lemak, dan blueberry adalah pilihan yang bagus untuk Anda mulai.

3. Fokus pada Atensi / Perhatian Anda

Image: unsplash

Tekanan untuk “selalu aktif” telah lama menjadi penyebab utama stres bagi orang yang sangat bersemangat. Kita hidup di dunia yang berpusat pada internet yang hanya diperparah oleh keadaan pandemi. Bekerja dari rumah telah mengaburkan batasan antara batasan pribadi dan profesional, dan banyak yang menderita akibatnya. Jika Anda pernah merasa marah, cemas, sedih, putus asa, atau kelelahan setelah menonton berita atau scrolling media sosial, ini bisa menjadi salah satu penyebab utama stres yang menguras energi Anda. Faktanya, sebuah penelitian menunjukkan peningkatan kadar hormon stres (kortisol) dan peningkatan respons negatif terhadap penyebab stres berikutnya setelah menonton berita negatif. 

Oleh karena itu sangat penting untuk memfokuskan atensi Anda pada sesuatu yang membuat Anda menjadi positif dan bahagia, entah itu dengan memasak, membaca buku, atau hobi-hobi lainnya yang Anda sukai. Buat batasan tegas di sekitar waktu “check-in” Anda untuk membaca dan menanggapi email atau media sosial, baik pribadi maupun profesional. Nonaktifkan notifikasi di perangkat Anda untuk menghilangkan gangguan. Hilangkan atau meminimalkan eksposur berita dan konsumsi berita hanya dari sumber yang dipilih dengan sengaja. 

(AR)