Warna Pendukung Intelektualitas untuk Kamar Si Kecil

314

Para orang tua tentunya ingin sekali bila anaknya memiliki kecerdasan yang unggul dan rasa semangat belajar yang membara. Namun, upaya membeli buku dan les privat saja tak cukup bagi si kecil. Mereka perlu dikelilingi dengan dukungan sekitar seperti pada nuansa ruang belajar ataupun kamar yang bisa jadi pendukung intelektualitas anak.

Pada kesempatan ini, Scarf Media akan menjawab warna-warna apa sih yang bisa membantu perkembangan belajar anak.

1. Biru

Image: www.pics.design.com

Berdasarkan para ahli psikologi, biru adalah warna yang memberikan kesan damai dan tenang sehingga membuat anak Anda lebih konsentrasi. Selain itu, biru juga bisa mendorong aktivitas daya berpikir manusia, menjernihkan pikiran seseorang dan terbukti bisa menurunkan tekanan darah. Pemilihan warna bisa dilakukan dengan gradasi biru muda ke biru tua.

Biru muda bisa diaplikasikan pada konsep kamar anak yang ingin nuansa santai dan sunyi. Kemudian, beri sentuhan biru tua untuk merangsang intelektual anak. Pemilihan warna biru muda dan tua untuk tidak terlalu mencolok karena kamar akan terkesan suram dan tidak hidup.

Perlu diingat, untuk menghindari konsep percampuran warna biru muda dengan warna lain yang terlalu mencolok. Contoh, biru muda dengan hijau neon, merah pekat, dan jingga. Selain merusak estetika, juga bisa mengganggu mata anak Anda dan konsentrasi menjadi buyar. Apalagi ditambah dengan lampu berwatt tinggi. Oleh sebab itu, perlu perpaduan biru dengan warna dasar putih, coklat, hijau, abu-abu sehingga konsep kamar terasa nyaman.

2. Merah

Image: www.rivertea.com

Merah dikenal sebagai pemilik warna yang terkesan kuat dan lebih menonjol dibandingkan warna lain. Tak hanya itu, makna warna merah sering dianggap berkaitan dengan keberanian, kepercayaan diri, energi, hasrat dan tekad. Namun, warna merah tidak selalu terus berkonotasi negatif, merah juga bisa mengandung hal-hal positif. Contohnya, merah identik dengan sifat agresi yang bisa meningkatkan tekanan darah, iritabilitas manusia, dan detak jantung.

Namun, perlu disadari warna merah juga memiliki efek samping yang dapat mengurangi daya tangkap atau konsentrasi manusia. Jikalau si kecil pecinta warna merah, mungkin bisa memberikan sentuhan warna netral agar tetap selaras. Contoh perpaduan warna putih, krem, coklat.

Jangan jadikan warna merah sebagai warna dasar kamar yang akan membuat nuansa kamar terasa panas dan hati tak damai. Warna merah cukup sebagai aksen di beberapa sudut ruangan saja. Lalu, peletakan warna perlu memastikan supaya dinding yang dicat berwarna merah supaya tidak tepat di area tempat tidur si kecil, supaya ketika hendak tidur atau bangun tidur pun si kecil tetap merasa nyaman karena tidak berkontak langsung dengan warna merah.

3. Kuning

Image: fsshengmei.en.alibaba.com

Melansir dari Wikipedia, Warna kuning adalah warna cahaya yang memberikan rangsangan terhadap sel kerucut (cone cells) merah dan hijau pada retina mata manusia, kecuali sel kerucut biruPanjang gelombangnya antara 565-590 nm. Kuning merupakan salah satu dari tiga warna primer subtraktif, bersama dengan magenta dan cyan. Sistem warna CMYK (Cyan, Magenta, Yellow, Black) dalam cetak warna memakai empat warna tinta.

Kuning sendiri melambangkan arti sebuah perdamaian dan keceriaan. Tak hanya itu kuning juga dianggap sebagai sesuatu yang menyenangkan, ramah, dan terbuka. Warna kuning seringkali dipakai pada simbol harapan dan optimisme sejak abad kesembilan belas.Tingkat unsur warna kuning dimulai dari warna pastel kuning atau kuning muda yang cenderung menciptakan sekitar menjadi hangat dan mencerminkan kelembutan seseorang.

Kemudian, kuning dengan tone lebih pekat atau terang dipercayai akan lebih menumbuhkan suasana gembira, kerajinan, dan semangat seseorang yang bisa meningkatkan metabolisme dan adrenalin. Lalu, kuning bisa mendorong otak manusia dalam menghasilkan hormon pemberi rasa nyaman dan bahagia (serotonin). Sehingga dari sinilah kuning memicu beberapa perasaan negatif. Hal itu tergantung dimana dan bagaimana Anda mengaplikasikannya. Pemakaian yang terlalu berlebihan cenderung membuat hati menjadi gelisah dan rasa tak nyaman bagi si buah hati.

Anda tidak perlu khawatir, warna ini bisa diadopsi dengan menggunakan warna kuning sebagai fokus utama. Maksudnya, hindarilah warna kuning pada keempat dinding dan padukanlah dengan warna yang lebih soft. Bilamana tetap ingin menambahkan warna mencolok seperti hijau, ungu, atau merah. Jangan jadikan warna dasar, jadikanlah sebagai , aksen tambahan/pelengkap estetis kamar saja.

4. Hijau

Image: www.architectureartdesigns.com

Leatrice Eiseman sebagai seorang konsultan warna sekaligus penulis buku More Alive With Color berpendapat bahwa warna hijau mengandung arti yang sama seperti warna biru. Mulai dari rasa tenang pada pikiran dan perasaan. Berdasarkan psikologis, hijau membuat anak mampu beradaptasi dengan lingkungan baru dan meningkatkan tingkat konsentrasi. Di sisi lain warna ini bisa merilekskan otot-otot tegang di tubuh mereka. Warna ini melambangkan pada kesejukkan, kemakmuran, kesuburan, harmoni, dan keseimbangan hidup manusia. Sebab, hijau identik dengan nuansa alam terutama warna pepohonan. Kemudian, simbol dari warna tersebut melekat pada jiwa peduli lingkungan, kesehatan dan perdamaian dunia.

Warna hijau pun sangat tepat bila dipakai untuk anak-anak sekolah, para mahasiswa, atau para pekerja. Hal ini dikarenakan mampu meningkatkan kemampuan membaca. Meskipun demikian, menatap warna hijau terlalu lama juga bisa mempengaruhi perasaan negatif dalam diri seperti rasa cemburu, bosan, dan lemas.

Bila mungkin Anda seorang pecinta alam dan menginginkan pewarnaan hijau pada kamar si kecil maka dianjurkan memberikan sentuhan warna lembut lainnya seperi merah jambu dan aksen bantal bermotif. Sehingga tetap terjaga keseimbangan antar psikologis warna tersebut yang memberikan kesan lebih hidup dan modern.

5. Hitam dan Putih

Image: www.homify.pl.com

Dua warna monokrom sebagai warna populer dan warna cari aman karena bila dipadukan tetap menarik. Hitam adalah warna representasi ketidakhadiran sedikit pun warna atau cahaya di dalam sebuah ruang gelap. Di dunia fotografi menandakan ketidakmampuan film atau sensor menangkap cahaya akibat intensitas pembakaran terlalu rendah/under exposure dalam penggunaan pengukur cahaya. Warna hitam juga sering dipakai dalam penyajian karya karena hitam bila bersamaan dengan warna lain bisa memberikan nilai pekat warna lain tersebut. Sehingga hitam sendiri sering digunakan sebagai cat ruangan yang sama sekali tidak boleh memantulkan cahaya, misalnya ruangan khusus gelap fotografi atau bioskop.

Untuk psikologis warna, hitam acapkali diasosiasikan dengan sesuatu yang negatif. Contohnya, roh kegelapan, duka, mistis dan kejahatan. Padahal tak sepenuhnya begitu, hitam juga melambangkan kemodernan, rasa aman, efisiensi dan elegan. Seorang penyuka warna hitam dikenal memiliki karakteristik penuh misteri, berwibawa, berkelas, konservatif, kegelapan, tegas, kukuh dalam pendirian, merupakan orang yang lebih senang dengan situasi formal, dan terbiasa berada pada struktur yang kuat. Pemakaian warna hitam harus disesuaikan. Bila tidak akan membuat ruangan terasa lebih sempit dan orang yang berada di ruangan akan terasa sesak.

Berbeda dengan warna putih yang secara visual membuat kamar si kecil terasa lebih luas, terbuka, dan lebih bersih karena refleksi warna cerah. Di Eropa putih dianggap sebagai sesuatu yang menenangkan, dingin, dan abadi karena mengkaitkan dengan salju. Sedangkan, di Indonesia diartikan kesucian.

Perpaduan warna hitam dan putih adalah konsep warna yang bisa saling bekerja sama dengan baik. Namun, pemberian warna putih secara menyeluruh pada dinding kamar anak berdampak pada psikologis anak Anda yang merasa kesepian sehingga menganggu daya berpikir buah hati. Oleh sebab itu, bila memang putih sebagai warna dasar perlu diiringi warna lainnya agar tetap seiras, seperti hitam, hijau, biru, dan warna lembut. Kemudian, diberi aksesoris tambahan hiasan figura dan tanaman kaktus yang mampu membersihkan udara, membantu pernapasan dan meningkatkan fokus.

(BR)