Berhasil Tingkatkan Akses Perempuan Miskin, Program MAMPU Akhiri 8 Tahun Perjalanan

370

Program MAMPU yang merupakan kemitraan dari Australia-Indonesia untuk kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan telah sampai di tahap akhir. Sampai di tahun terakhirnya, MAMPU telah memberdayakan lebih dari 70.000 perempuan melalui keterlibatan 3.500 kelompok lokal di 27 provinsi di Indonesia.

Sebagai inisiatif bersama dari Pemerintah Australia (DFAT – The Australian Departement of Foreign Affairs and Trade) dan Pemerintah Indonesia (Bappenas), MAMPU mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) dengan membangun kepemimpinan dan pemberdayaan pemerintah. Secara keseluruhan, MAMPU telah bekerja sama dengan 13 organisasi dan lebih dari 100 mitra lokal di 1.000 desa di seluruh Indonesia.

Menurut Kate Shanahan selaku Team Leader MAMPU, selesainya Program MAMPU tahun ini ditandai dengan banyaknya capaian dan perubahan yang telah diraih baik di tingkat provinsi, komunitas, daerah, maupun nasional. Selain itu, juga membawa dampak positif seperti memberikan pengalaman, pembelajaran yang mempengaruhi kapasitas, suara, dan pengaruh perempuan, serta akses ke layanan pemerintah yang semakin baik.

“Sejak pertama kali hadir delapan tahun yang lalu, MAMPU telah menjangkau perempuan yang terpinggirkan di akar rumput, melalui kolaborasi dengan Organisasi Masyarakat Sipil yang tergabung dalam jaringan mitra MAMPU. Kami bergerak bersama dalam memperkuat kapasitas dan memperluas jaringan mitra sekaligus menggabungkannya dengan pemangku kepentingan strategis dan pembuat kebijakan. Bagi MAMPU, pemberdayaan perempuan adalah tujuan sekaligus cara untuk mencapai tujuan tersebut,” ujar Kate.

Dalam kurun waktu delapan tahun, MAMPU mencatat sejumlah pencapaian yang penting diantaranya menghubungkan pekerjaan mitra MAMPU dengan 700 kebijakan di tingkat lokal dan nasional yang terkait langsung dengan tujuh dari sembilan Agenda Aksi Kolektif MAMPU. Selain itu, para mitra juga berkontribusi pada sebuah Peraturan Nasional baru yang mengatur perlindungan para pekerja migran dan keluarganya, dan telah membantu merevisi UU Perkawinan tahun 1974 untuk melawan perkawinan anak.

Dikumulatif, MAMPU telah membantu secara langsung 183.925 masyarakat Indonesia untuk mendapatkan akses pada berbagai layanan penting termasuk program perlindungan sosial, kesehatan reproduksi, dan dukungan bagi korban penyitas dan Kekerasan Terhadap Perempuan (KTP). Dan secara tidak langsung telah membantu 2,8 juta perempuan yang tinggal di desa tempat MAMPU bekerja.

Kristen Bishop, Konselor Menteri untuk Pemerintahan dan Pembangunan Manusia, Kedutaan Besar Australia di Jakarta menyampaikan, bahwa Australia bangga telah bermitra dengan Indonesia melalui Program MAMPU selama delapan tahun terakhir.

“Sebagai hasil dari upaya yang sudah dilakukan selama ini, mitra MAMPU telah membuat perbedaan nyata dalam kehidupan jutaan perempuan dan anak perempuan di seluruh negeri, serta memberikan kontribusi yang akan terus mendukung pembangunan inklusif dan berkelanjutan di Indonesia. Pemerintah Australia berkomitmen untuk melanjutkan kemitraan kami dengan Pemerintah Indonesia dalam meningkatkan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan di masa depan,” ungkap Kristen.

Direktur Keluarga, Perempuan, Anak, Pemuda, dan Olahraga Bappenas, Woro Srihastuti Sulistyaningrum, S.T., MIDS menegaskan MAMPU telah menghasilkan banyak pembelajaran sehingga penting untuk terus dilanjutkan.

“Program MAMPU telah menghasilkan banyak pembelajaran dan praktik yang perlu terus dilanjutkan, disinergikan dengan berbagai program yang sudah ada di tingkat pusat, daerah, dan desa, dan diperluas pelaksanaannya. Kebijakan dan regulasi juga perlu didorong untuk dapat memastikan berbagai pembelajaran dan praktik baik tersebut terintegrasi ke dalam sistem yang sudah berjalan,” ujar Woro.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya memperkuat koordinasi dan kemitraan multipihak.

“Kami berharap pada mitra MAMPU tetap melanjutkan kerja pemberdayaan perempuan, meneruskan berbagai inovasi yang sudah dikembangkan, dan memperluas cakupan kerjanya. Kami juga berharap mitra MAMPU terus melakukan koordinasi dan menjalin kemitraan yang semakin erat dengan pemerintah desa, pemerintah daerah, serta seluruh pihak terkait lainnya dalam mewujudkan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan,” lanjut Woro.

Menutup kegiatan terakhirnya, MAMPU mengajak seluruh masyarakat untuk bersama mewujudkan kesetaraan gender dan meningkatkan pemberdayaan perempuan di Indonesia. Seluruh praktik yang telah dihasilkan dapat terus dijadikan sekaligus diperluas pelaksanaannya untuk bersama-sama berkontribusi pada pencapaian tujuan pembangunan nasional.

Selain itu, untuk merayakan 8 tahun perjalanan MAMPU akan menggelar acara penutupan yang diselenggarakan pada 8 Oktober 2020 melalui Twitter @ProgramMAMPU dan kanal YouTube Program MAMPU. (AN)