Anies Minta Agar Pelajar yang Ikut Demo Tak Dikeluarkan dari Sekolah

20

Ramainya demo tolak omnimbus law masih terasa hingga sekarang. Tak bisa dipungkiri bahwa beberapa waktu lalu ramai mahasiswa dan beberapa komunitas yang melakukan unjuk rasa untuk menolak pengesahan RUU cipta kerja.

Di berbagai daerah, unjuk rasa sempat berakhir dengan banyaknya kericuhan yang terjadi. Namun yang menarik perhatian adalah, banyak pula pelajar yang ikut menyampaikan aspirasinya. Sayangnya banyak pihak yang kurang setuju bila pelajar harus mengikuti demo karena seringkali berakhir kurang baik.

Akan tetapi Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyampaikan bahwa akan lebih baik tidak mengeluarkan para pelajar yang ikut turun ke jalan melakukan unjuk rasa. Karena menurutnya dengan mengeluarkan anak tersebut, justru bukan cara yang tepat.

“Saya selalu sampaikan sudah tidak zaman lagi kalau anak yang bermasalah malah dikeluarkan dari sekolah,” kata Anies melansir suara.com.

Anies juga menambahkan bahwasanya bila demo masih dianggap sebagai tindakan yang kurang tepat, maka lebih baik untuk memberinya didikan dan juga pelajaran yang lebih banyak.

Hal ini didasarkan pada sebuah rencana yang dibuat oleh Polda Metro Jaya untuk menyurati para orangtua dan juga sekolah yang sebelumnya tertangkap pada saat mengikuti unjuk rasa. Namun Anies tidak mempermasalahkan perihal rencana ini, namun ia memang berpesan agar direspons dengan baik.

“Ini prinsip pendidikan, kalau ada anak yang memerlukan pendidikan lebih jauh, justru harus diberikan lebih banyak bukan justru malah dikurangi,” tambah Anies melansir kompas.com.

(AA)