Rambut Rontok Saat Haid, Apakah Wajib Disucikan?

390

Haid adalah keadaan dimana kita sedang kotor sehingga tidak diperbolehkan untuk melakukan ibadah-ibadah suci seperti solat, membaca Al-Quran, berpuasa, dan lain-lain. Saat sedang haid, tak jarang rambut kita menjadi rontok dan berjatuhan dimana-mana.

Banyak yang berpendapat bahwa rambut kita yang rontok harus ikut disucikan saat sedang mandi besar. Tetapi, ada juga yang berpendapat bahwa tidak perlu. Gimana, yah, yang benarnya?

Pada dasarnya, mandi besar dilakukan saat kita ingin melakukan ibadah-ibadah yang suci. Saat mandi besar, yang wajib dibasuh adalah seluruh bagian tubuh tanpa terkecuali. Jika ada bagian yang tidak dimandikan, maka bagian tersebut tidak suci dan ibadahnya menjadi tidak sah.

Menurut Buya Yahya, dalam menyucikan diri yang wajib dimandikan adalah semua yang akan dibawa untuk bersuci. Dalam artian semua yang menempel dalam diri kita, seperti tangan, badan, kaki, dan anggota tubuh yang lain.

Sedangkan, seperti untuk rambut dan kuku yang sudah patah, rontok, atau dipotong, atau hal lain yang tidak akan dibawa saat beribadah maka tidak perlu dimandikan. Karena sudah tidak menempel di badan kita. Meskipun ada beberapa riwayat yang disunnahkan, tapi hukumnya tidak wajib.

Nah, Scarf Lover, sekarang udah tahu kan kalau ternyata rambut yang sudah rontok tidak wajib untuk disucikan kembali. Jadi mulai sekarang rambut yang rontok bisa langsung dikubur, atau dibuang di aliran air tanpa disucikan terlebih dahulu.

(AN)