Kasus Positif Corona Melonjak, Taj Mahal Berencana Dibuka Kembali

5

Taj Mahal sebagai salah satu lokasi wisata favorit di India berencana untuk dibuka kembali setelah setelah ditutup lebih dari enam bulan, meskipun India saat ini tengah mengalami lonjakan kasus positif virus corona.

Mengunjung Taj Mahal akan dibatasi sebanyak 5.000 wisatawan perhari. Jumlah ini hanya seperempat dari total pengunjung Taj Mahal sebelum terjadinya wabah yang dapat mencapai 20.000 wisatawan perhari.

Taj Mahal dibangun pada abad ke-17 oleh raja Shah Jahan untuk mengenang isteri ketiganya, Mumtaz Mahal, yang meninggal ketika melahirkan.

Bangunan ini selesai pada tahun 1648 setelah dibangun, namun perkiraan lain menyebut komplek pemakaman ini benar-benar selesai pada 1653.

Melansir Detik Travel, “Taj Mahal akan dibuka pada 21 September. Seluruh protokol COVID-19 seperti jaga jarak, penggunaan masker akan diberlakukan,” kata Departemen Pariwisata Uttar Pradesh.

Taj Mahal yang terletak di Kota Agra, Uttar Pradesh itu harus dikosongkan sejak Maret. Hal ini karena tingginya tingkat penularan Corona di provinsi itu yang mencapai 270.000.

Sebelumnya, Taj Mahal dan sejumlah tempat wisata direncanakan buka pada 6 Juli 2020. Namun rencana itu ditentang berbagai pihak dan aktivis yang meragukan protokol kesehatan dapat dilaksanakan dengan baik.

Rencana pembukaan kembali Taj Mahal kali ini juga terbilang berani, mengingat kasus Corona terus meningkat di India. Jumlah kasus di negara dengan populasi hampir 1,4 miliar orang itu telah mencapai 4,2 juta. Jumlah ini sudah melampaui Brasil dan setingkat lebih rendah dibandingkan Amerika Serikat.

Bulan Agustus menjadi puncak penularan Corona di India. Jumlah penularan per harinya menjadi yang tertinggi di dunia. Misalnya pada Minggu (6/9/2020) ditemukan tambahan 90 ribu kasus. Kendati demikian, India mengambil langkah untuk membuka kembali tempat wisata untuk mendorong kegiatan ekonomi yang terdampak ketika mereka lockdown.

Langkah dibukanya kembali Tah Mahal oleh pemerintah India semata-mata bertujuan untuk mendorong sekaligus meningkatkan kembali sektor perekonomian akibat dari wabah virus corona. (DA)