Cara Melarang Anak Selain Berkata “Jangan” atau “Tidak”

90

Saat si kecil berusia 1-3 tahun, tentu mereka sedang aktif-aktifnya bergerak dan bermain. Seringkali para orang tua khawatir dan selalu merasa waspada apa yang akan dilakukan sang anak. Tak jarang para ibu yang terlalu khawatir cenderung sering melarangnya.

Namun biasanya, pada saat si kecil melakukan sesuatu yang sebenarnya tidak boleh dilakukan, pasti Anda akan berkata “jangan” atau “tidak”. Padahal sebaiknya kata itu dihindari karena memang termasuk kata yang negatif lho, Scarf Lover.

image: unsplash

Akhirnya, pada saat Anda sering melarangnya dengan menggunakan kata tersebut, anak malah jadi tidak mau dengar dan justru semakin melakukannya.

Jadi, bagaimana kita mengatasinya ya, Scarf Lover?

Tentu dengan menggunakan kata-kata lan selain “jangan” atau tidak”. Caranya seperti apa? Anda bisa menggantinya dengan kalimat yang lebih halus namun tetap menjelaskan apa maskudnya.

Misalnya, pada saat anak menemukan barang dari lemari lalu tidak sengaja memasukannya dalam mulut, dari pada berkata “jangan dimakan”, lebih baik menggantinya dengan “Nanti kamu sakit perut lho kalau masukin itu dalam mulut. Yuk kita cari mainan lain saja”.

Saat sedang hujan tapi anak ingin main di luar, daripada bilang “hujan, tidak boleh main di luar”, lebih baik “mainnya di dalam aja yuk, lebih enak banyak karena banyak mainan.”

Bila anak ingin es krim padahal sedang sakit, akan lebih baik bila Anda melarangnya dengan mengatakan “Mama buat cookies kesukaan adik, makan yang ini aja yuk berdua sama mama”

Dengan Anda mengatakan hal tersebut, anak akan menjadi jauh lebih mengerti tentang larangan yang Anda buat.

Namun usahakan juga untuk jangan membentak sang anak bila masih sulit untuk dilarang. Karena anak akan merasa dirinya tidak bisa mengekspresikan apa yang diinginkan. Dikhawatirkan dalam diri sang anak ia akan sedih dan lama kelamaan akan menjadi pribadi yang lebih tertutup.

Tentu disaat awal Anda akan merasa kesulitan. Karena memang terlalu dibiasakan mengatakan hal tersebut. Tapi untuk para ibu yang 24 jam bersama si kecil, harus tetap bersemangat untuk bisa memberikan contoh yang lebih baik, melarangnya dengan cara yang lebih halus. (AA)