Pariwisata Dibuka Secara Bertahap, Wishnutama: Pelaku Sektor Pariwisata Sangat Menanti Kebijakan Ini

10

Melalui konferensi pers yang dilakukan secara daring di Gedung BNPB, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 telah mengumumkan untuk membuka secara bertahap kawasan pariwisata alam untuk memulai aktivitas berbasis ekosistem dan konservasi dengan tingkat risiko Covid-19 yang paling ringan. Terdapat 13 kawasan yang akan dibuka, yakni kawasan pariwisata alam yang terdiri dari:

  1. Kawasan wisata bahari
  2. Kawasan konservasi perairan
  3. Kawasan wisata petualangan
  4. Taman nasional
  5. Taman wisata alam
  6. Taman hutan raya
  7. Suaka margasatwa
  8. Geopark

Sedangkan untuk kawasan pariwisata non kawasan konservasi terdiri dari:

  1. Kebun Raya
  2. Kebun Binatang
  3. Taman Safari
  4. Desa wisata
  5. Kawasan wisata alam yang dikelola oleh masyarakat

Wishnutama Kusubandio selaku Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menanggapi keputusan tersebut dengan sangat baik karena diharapkan bisa kembali menggerakkan perekonomian masyarakat khususnya di sektor pariwisata.

“Banyak para pelaku sektor pariwisata sangat menanti kebijakan ini karena selama tiga bulan terakhir mereka sangat terdampak oleh pandemi Covid-19 ini. Protokol kesehatan untuk sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang disusun dan diusulkan oleh Kemenparekraf telah disahkan melalui putusan Menteri Kesehatan Nomor HK 01.08/MENKES/382/2020 tentang Protokol Kesehatan bagi Masyarakat di Tempat dan Fasilitas Umum dalam Rangka Pencegahan dan Pengendalian Covid-2019.” ujar Wishnutama dari gedung BNPB

“Pariwisata ini adalah sektor yang sangat bergantung pada kepercayaan wisatawan domestik maupun internasional dalam memberikan rasa aman, sehat dan nyaman. Kita harus dapat membangun kepercayaan ini agar pariwisata dapat bangkit kembali. Jangan sampai dalam pelaksanaannya nanti malah terjadi pengingkatan kasus baru karena memperbaiki protokol bisa dalam sehari dua hari saja. Tetapi mengembalikan rasa kepercayaan itu butuh waktu yang cukup lama. Jika kita tidak hati-hati dan disipilin dalam pelaksanaannya, dampak ekonominya bisa lebih buruk nantinya bagi sektor pariwisata.” ujarnya menambahkan.

Ia berharap bahwa protokol kesehatan dapat menjadi acuan bagi seluruh pihak dalam perencanaan pembukaan pariwisata termasuk wisata alam. Karena apabila seluruh masyarakat disiplin, tentunya akan  membawa kebaikan bagi masyarakat sekitarnya. (AA)