Jokowi: Berdampingan Bukan Menyerah, Tapi Menyesuaikan Diri

5

Presiden Joko Widodo berusaha untuk membuat keadaan masyarakat dapat kembali produktif namun tetap aman dari ancaman wabah Covid-19. Karena melihat angka dan fakta kondisi yang ada di lapangan. Namun hal tersebut bukan berarti melonggarkan peraturan PSBB.

“Belum, tapi kita ingin terus akan melihat angka-angka, akan melihat fakta-fakta di lapangan. Kita harus sangat hati-hati. Jangan sampai kita keliru memutuskan. Tapi kita juga harus melihat kondisi masyarakat sekarang ini. Kondisi yang terkena PHK dan kondisi masyarakat yang menjadi tidak berpenghasilan lagi. Ini harus dilihat,” ujar Jokowi menegaskan.

Jokowi juga meminta agar semua masyarakat hidup berdampingan dengan Covid-19. Namun ia menjelaskan, bahwa berdampingan bukan berarti menyerah. Tetapi melakukan penyesuaian dengan melawan keberadaan virus agar secepatnya pemerintah bisa mengatur kehidupan masyarakat supaya kembali pulih.

“Kita memang harus berkompromi dan hidup berdampingan dengan Covid yang kemarin saya bilang harus berdamai dengan Covid karena informasi terakhir dari WHO yang saya terima bahwa meskipun kurvanya sudah agak melandai atau nanti menjadi kurang, tapi virus ini tidak akan hilang. Artinya kita harus berdampingan hidup dengan Covid. Seperti yang saya sampaikan sebelumnya, berdamai dengan Covid. Sekali lagi, yang penting masyarakat produktif, aman, dan nyaman,” ujarnya.

“Berdampingan itu justru kita tidak menyerah, tapi menyesuaikan diri. Kita lawan keberadaan virus Covid tersebut dengan mengedepankan dan mewajibkan protokol kesehatan yang ketat yang harus kita laksanakan. Pemerintah akan mengatur agar kehidupan kita berangsur-angsur dapat kembali berjalan normal sambil melihat dan memperhatikan fakta-fakta yang terjadi di lapangan,” ucapnya menambahkan

Namun di tengah keadaan seperti ini, Jokowi tetap menekankan prioritas terhadap keselamatan masyarakat. Karena mengingat kebutuhan juga pasti berubah akibat dari wabah ini.

“Saya tekankan keselamatan masyarakat tetap harus menjadi prioritas. Kebutuhan kita sudah pasti berubah untuk mengatasi risiko wabah ini. Itu keniscayaan, itulah yang oleh banyak orang disebut sebagai new normal atau tatanan kehidupan baru,” ujarnya Jokowi.

Namun Jokowi juga tetap yakin apabila kita sebagai masyarakat mampu menerapkan kehidupan berdisiplin seperti jaga jarak aman, cuci tangan dan pakai masker tentu kita semua bisa mencegah adanya penularan Covid-19 ini.

“Ini penyakit berbahaya, tapi kita bisa mencegah dan menghindarinya asal jaga jarak yang aman, cuci tangan setelah beraktivitas, pakai masker. Ini penting. Jadi dalam tatanan kehidupan baru nanti memang itu yang harus kita pegang,” tuturnya. (AA)